28 February 2020, 17:17 WIB

Lion Air Hentikan Layanan Penerbangan Umrah


Hilda Julaika | Humaniora

MASKAPAI penerbangan Lion Air resmi menghentikan layanan penerbangan umrah ke Arab Saudi. Penghentian penerbangan dimulai Jum'at (28/2) ini.

Semua layanan penerbangan umrah dari 13 kota keberangkatan dari Indonesia ke Arab Saudi, dihentikan sampai pemberitahuan lebih lanjut. "Mulai hari ini (28/2), Lion Air menghentikan sementara (suspend) semua layanan penerbangan umroh dari 13 kota keberangkatan dari Indonesia ke Arab Saudi," ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan resmi, Jumat (28/2).

Lebih lanjut, Danang menjelaskan keputusan penghentian penerbangan sementara juga dilakukan dalam rangka tindakan preventif dan proaktif. Perusahaan mengutamakan faktor keselamatan awak pesawat dan tamu jamaah, serta menangkal penyebaran virus korona (COVID-19).

Baca juga: Gara-Gara Virus Korona, Arab Saudi Bekukan Umrah

Penundaan sementara dilakukan sesuai pemberitahuan resmi dari regulator Kerajaan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA). Serta, berdasarkan surat edaran Kementerian Perhubungan tentang penghentian sementara rute penerbangan ke Arab Saudi.

Lion Air telah meminta seluruh mitra dan agen penyelenggara umrah, untuk memberikan informasi penundaan penerbangan kepada calon jamaah dari Indonesia. Pun, Lion Air sudah berkomunikasi dengan tamu jamaah yang berada di Jeddah dan Madinah perihal proses kepulangan. Perusahaan mempersiapkan penerbangan dari Indonesia yang membawa awak pesawat dan tanpa penumpang (ferry flight), untuk menjemput sesuai jadwal.

Terkait penerbangan penjemputan Lion Air (fase kepulangan), nantinya melayani kurang lebih 13.000 tamu jamaah dari Madinah, yakni Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz. Sedangkan dari Jeddah yaitu Bandar Udara Internasional King Abdulaziz.

Dalam mengakomodir penerbangan penjemputan, Lion Air mengoperasikan armada berbadan lebar (wide body). Di antaranya, Airbus 330-300CEO berkapasitas 440 kursi dan Airbus 330-900NEO yang berkapasitas 436 kursi. Semua armada dipersiapkan sesuai standar operasional prosedur dan dinyatakan layak terbang.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT