28 February 2020, 17:16 WIB

Biro Umrah Rugi Miliaran Akibat Penangguhan Umroh oleh Arab Saudi


Widjajadi | Nusantara

Puluhan biro umrah di Solo bakal mengalami kerugian miliaran rupiah menyusul penyebaran virus korona di Arab Saudi, yang berimbas ditangguhkannya kedatangan jemaah umrah dari Indonesia dan negara lain ke Tanah Suci Mekkah.

"Kami para pengusaha biro umrah bakal mengalami kerugian miliaran rupiah akibat pemerintah Arab Saudi menyetop sementara kedatangan semua jemaah umrah dari luar negaranya," kata Ketua Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Her Suprabu kepada wartawan, Kamis (27/2).

Menurut dia, kebijakan penghentian sementara untuk jemaah umrah dari luar Arab itu dimaksudkan untuk mencegah penyebaran virus korona. Pemberitahuan penangguhan dari Arab Saudi itu sudah sampai di Pemerintah Indonesia, dan telah diterima seluruh asosiasi biro umrah di Tanah Air.

"Kami baru saja menerima pemberitahuan dari pusat adanya kebijakan pemerintah Arab Saudi menyetop sementara kedatangan semua jemaah umrah," ungkap pemilik Biro Umroh Dewangga Solo itu.

Yang jelas, lanjut dia, akibat kebijakan pemerintah Arab Saudi itu, ada lima grup pemberangkatan umrah dari biro miliknya terancam batal berangkat ke Tanah Suci.

Dia paparkan, ada tiga grup jadwal pemberangkatan umrah pada bulan Maret. Terdekat adalah tanggal 5, 6, dan 15 Maret. Setiap grup terisi sebanyak 45 orang.

Lebih dari itu, tukas Suprabu, setiap bulan ada sebanyak 250 orang sampai 300 orang berangkat umrah dari Biro Dewangga. Setiap grup yang berangkat umrah berisikan 45 orang ini dengan total biaya Rp2 miliar sampai Rp2,5 miliar.

Dia tegaskan, jika selama delapan hari ke depan, pemerintah Arab Saudi belum mencabut larangan, dipastikan kerugian mencapai miliaran rupiah. ''Ya kita rugi miliaran kalau itu sampai jadwal pemberangkatan 5 Maret masih distop," imbuh dia.

Pada bagian lain, Suprabu menjelaskan, saat ini masih ada 111 jemaah umrah yang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. Mereka berangkat umrah pada tanggal 22 Februari sebelum ada kebijakan pemerintah Arab Saudi menyetop sementara umrah.

Total ada sekitar 10.000 jemaah yang berangkat umrah dari Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo setiap bulannya. Mereka diberangkatkan dari puluhan biro umrah yang terdaftar di organisasi Perpuhi.

Dengan adanya penangguhan sementara oleh Arab Saudi, Perpuhi berharap maskapai Garuda Indonesia  bisa melakukan reschedule perjalanan umrah. Demikian juga tiket hotel bisa digunakan diwaktu lain sampai ada kebijakan baru dari pemerintah Arab Saudi. (WJ/OL-10)

Caption : Ketua Perpuhi Solo Her Suprabu (dok : Media Indonesia/Widjajadi)

BERITA TERKAIT