28 February 2020, 17:10 WIB

Pusat Bisnis di Jakarta Merugi Rp56 M Karena Banjir


Yanti Nainggolan | Megapolitan

HIMPUNAN Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) memperkirakan pusat bisnis Jakarta mengalami kerugian hingga Rp56 miliar akibat banjir Jakarta pada Selasa, 25 Februari 2020. Penyebab utamanya karena banyak kios tutup di pusat bisnis.

"Total kerugian transaksi pusat bisnis kurang lebih Rp56.728.500.000," ujar Ketua HIPPI Sarman Simanjorang dalam temu media di Jakarta, hari ini.

Lebih detail, ia menyebutkan bahwa pertokoan ritel mengalami penurunan jumlah pembeli hingga 50 persen. Selain itu, sekitar 400 toko ritel tutup karena banjir tersebut.

Jika tiap ritel biasa didatangi 80 orang, maka pada hari itu hanya 16 ribu orang yang datang ke toko ritel. Ia mengumpamakan omzet pengunjung per datang Rp250 ribu.

"Itu artinya taksiran kerugian transaksi sekitar Rp4 miliar pada toko ritel," simpul dia.

Baca juga: Diundang DPR untuk Bahas Banjir, Anies tidak Datang

Sementara itu, sebanyak 20 toko tradisional dengan sebagian kios tutup pada saat banjir. Diperkirakan total 2,5 ribu kios tak buka. Dengan omzet Rp500 ribu per hari, maka kerugian mencapai Rp1.250.000.000.

"Restoran juga mengalami penurunan omzet rata-rata 50 persen," imbuh dia.

Dengan total 3.957 outlet restoran di Jakarta, diperkirakan kerugian transaksi sekitar Rp1.978.500.000 dalam sehari itu.

Sarman juga menyoroti dua pusat bisnis yang lumpuh seharian selama banjir.

Pertama, kawasan Glodok-Mangga Dua yang memiliki 21 pusat bisnis. Sebanyak 6.300 kios tutup atau sekitar 60 persen dari total kios di 21 lokasi tersebut. Total kerugian mencapai RP 31,5 miliar.

Selain itu, kawasan Kelapa Gading juga terkenal dampak signifikan. Sekitar 80 persen dari 9 pusat bisnis di sana tutup seharian. Total kerugian ekonomi diperkirakan Rp18 miliar. (Medcom.idOL-4)

BERITA TERKAIT