28 February 2020, 16:02 WIB

PT BA Ditugasi Kelola Aset Tersangka Kasus Jiwasraya


Faustinus Nua | Ekonomi


Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menerima aset sitaan milik tersangka kasus gagal bayar polis jatuh tempo PT Asuransi Jiwasraya yakni Heru Hidayat.

Staf Ahli Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan aset tersebut berupa perusahaan tambang batu bara yang berlokasi di Kutai, Kalimantan Timur yakni PT Gunung Bara Utama. Aset sitaan itu diserahkan oleh Kejaksaan Agung untuk dikelola BUMN dan hasilnya bisa digunakan untuk membayar hutang Jiwasraya.

"Tanggal 18 Februari 2020 kemarin Kejagung menyerahkan PT Gunung Bara Utama, tambang batu bara yang dimiliki Heru Hidayat di kawasan Kutai Kaltim. Sudah diberikan kepada BUMN, kepada kita untuk dikelola. Jadi sekarang kita akan mulai mengelola batu baranya Heru Hidayat," kata Arya (28/2).

Dia menjelaskan hal tersebut merupakan kerja cepat yang dilakukan Kejaksaan Agung dan Pemerintah yakni Kementerian BUMN. Dengan mengambil alih pengelolaan tambang tersebut Kementerian bisa mendapat dana tambahan.

Di samping itu, aset tersebut juga dinilai sebagai bagian kasus Jiwasraya. Sehingga negara berhak menyita dan mengambil hasil dari aset milik Heru Hidayat yang akan dikelola sementara oleh perusahaan BUMN.

"Ini adalah salah satu aset yang menurut Kejagung hasil dari Jiwasraya. Jadi kami mulai masuk ke perusahaan tambang ini dan kita sudah tunjuk PT BA (PT Bukit Asam) untuk mulai mengelolanya," jelas Arya.

Ke depan, lanjutnya apabila ditemukan bukti yang cukup aset tersebut sepenuhnya akan menjadi milik negara. Untuk itu Kementerian BUMN berkomitmen untuk terus bekerja secara cepat, sehingga target untuk mengembalikan dana nasabah Jiwasraya tahap pertama bisa dilakukan sesuai jadwalnya.

"Jadi ini kan kerja nyata kita, kami kerja cepat baik Kejagung maupun KBUMN tidak mau lama-lama. Bahkan kalau nanti terbukti secepatnya kita mulai ambil alih asetnya. Jadi pengelolaan sudah mulai kita ambil alih nih, artinya hasilnya udah langsung dimiliki oleh PTBA nantinya," kata dia.

Sebagai informasi Heru Hidayat merupakan salah satu tersangka dalam gagal bayar polis jatuh tempo yang kemudian berkembang ke kasus korupsi dan kolusi pengelolaan investasi Jiwasraya.

Selain itu, Kejagung juga menetapkan tersangka lainnya yakni Dirut PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro. (Van/E-1)

BERITA TERKAIT