28 February 2020, 15:42 WIB

Dampak Korona, IHSG Tertekan dan Rupiah Anjlok


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai wabah virus korona berdampak pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Ini kan ada efek internasional karena korona, ketidakpastian (global) meningkat. juga yang terkait dengan hal-hal yang ada di dalam negeri. Jadi nanti kita lihat langkah yang akan diambil oleh otoritas," ujar Airlangga kepada wartawan di Jakarta, Jumat (28/2).

Airlangga meyakini Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki cara tertentu untuk memperbaiki pergerakan IHSG, yang berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah merupakan siklus normal pascamenguatnya nilai tukar rupiah beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pergerakan IHSG Akhir Pekan Tertekan Aksi Jual

"Rupiah kemarin kan menguatnya dibanding yang lain lebih tinggi. Sehingga, tentu ada normalisasi lah," tutur Airlangga.

Pemerintah masih menunggu keputusan yang akan diambil BEI sebagai otoritas saham. Setelah upaya penanganan diketahui, lanjut dia, pemerintah bisa merumuskan kebijakan yang selaras.

"Kita tunggu langkah (BEI) selanjutnya. Bursa punya beberapa tools. Nah itu yang tentu diharapkan, bahwa tools bursa itu bisa dirumuskan," pungkasnya.

Pada Jumat (28/2) siang, pergerakan IHSG terpantau turun 233,73 (4,04%) ke level 5.311,96 dari pembukaan di level 5.436,17. Sedangkan titik terendah IHSG pada hari yang sama berada di level 5.288,37.

Bak gayung bersambut, pelemahan juga terjadi pada nilai tukar rupiah yang turun ke level Rp 14.320 per dolar AS. Penurunan itu tergolong tajam, mengingat nilai tukar rupiah pada hari sebelumnya sebesar Rp 13.938 per dolar AS.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT