28 February 2020, 14:24 WIB

Bos E-Commerce Diduga Menyekap Satu Keluarga di Bogor


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Megapolitan

SATU keluarga di Bogor, Jawa Barat, diduga menjadi korban penyekapan yang dilakukan petinggi salah satu perusahaan perdagangan elektronik (e-commerce) ternama di Indonesia.

Korban bernama Donny, datang ke Bareskrim Polri bersama istri dan anaknya ditemani dua pengacara. Donny mengaku telah menjadi korban penyekapan, pengeroyokan, pemerasan dan perampasan dengan tindakan kekerasan yang keji. Akan tetapi, Donny enggan menyebutkan identitas perusahaan e-commerce tersebut.

"Saya dan semua keluarga menjadi korban. Perbuatan ini dilakukan saudara MM, seorang pengusaha e-commerce yang terkenal di Indonesia. Saya belum bisa sebutin (nama e-commerce)," tutur Donny di Bareskrim Polri, Jum'at (28/2).

Dia mengungkapkan kejadian berlangsung pada 15-17 Januari 2020 di dua lokasi berbeda. Pertama, di kediaman MM yang beralamatkan di Pondok Indah, Jakarta. Kedua, rumah Donny yang berlokasi di wilayah Cikeas, Bogor. Donny menjelaskan dirinya dituduh menggelapkan uang perusahaan senilai Rp 21 miliar.

Baca juga: Otak Penyekapan di Pulomas Menyerahkan Diri

 "Kronologi berawal saya dituduh gelapin uang perusahaan. Padahal saya enggak pernah sekali pun. Itu murni pekerjaan. Saya jelaskan, tapi enggak terima. Saya dihajar, disekap selama dua hari, dan dirampas," kisah Donny.

Tindakan kekerasan yang melibatkan kurang lebih 10 orang, dilakukan di hadapan ibu Donny yang terbaring sakit. Selain itu, anak-anak korban juga masih di bawah umur.

"Mereka enggak peduli walaupun ada ibu saya yang sakit. Mereka tahu ibu saya sudah tua 80 tahun, tetap dengan sengaja teriak," pungkas Nia, istri Donny.

"Anak saya, dia yang melihat semua. Kerudungnya ditarik depan banyak laki-laki. Dia juga melihat bapaknya ditarik sampai tercekik," katanya.

Pada Jum'at (28/2) ini, Donny beserta kuasa hukumya tidak hanya melapor ke Bareskrim Polri. Dia juga meminta keadlian dengan melaporkan kasus ini ke Komnas HAM dan KPAI.(OL-11)

BERITA TERKAIT