28 February 2020, 13:13 WIB

Pergerakan IHSG Akhir Pekan Tertekan Aksi Jual


mediaindonesia.com | Ekonomi

PERGERAKAN Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan diprediksi masih tertekan aksi jual.

Pada Jum'at (28/2) pagi, IHSG dibuka melemah 99,52 poin atau 1,8% ke posisi 5.436,17. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 26,64 poin atau 2,98% menjadi 866,12.

"Kami memperkirakan tekanan jual pada bursa domestik belum mereda. Itu melihat peningkatan wabah virus korona (COVID-19) yang meningkat di luar Tiongkok, dan dapat berpotensi negatif terhadap rantai ekonomi global," bunyi keterangan Tim Riset Samuel Sekuritas, Jum'at (28/2).

Baca juga: Perekonomian Global Kisruh, IHSG dan Rupiah Terancam

Belum lama ini, lembaga kesehatan Amerika Serikat (AS), Centers for Disease Control (CDC), memperingatkan potensi community spread penyebaran virus korona. Setelah ditemukannya kasus infeksi pada seseorang yang diketahui tidak tidak berkontak langsung dengan area penyebaran, maupun pasien positif korona.

Meski persentase peningkatan konfirmasi kasus positif virus korona mulai melandai di Tiongkok, namun terjadi peningkatan kasus di sejumlah negara. Misalnya, Korea Selatan, Italia dan Iran.

Di lain sisi, perdagangan bursa AS semalam ditutup turun tajam, dengan S&P 500 turun 4,42%, Dow Jones turun 4,42%, dan Nasdaq turun 4,61%. Pantauan bursa saham regional Asia pada Jum'at (28/2) pagi, yaitu Indeks Nikkei melemah 734,5 poin atau 3,355 ke 21.213,7, Indeks Hang Seng melemah 513,3 poin atau 1,92% ke 26.265,3, dan Indeks Straits Times melemah 61,03 poin atau 1,96% ke 3.050,67.(Antara/OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT