28 February 2020, 11:57 WIB

Turki Serang Posisi Rusia dan Rezim Assad di Latakia


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

TURKI, Jumat (28/2), melakukan serangan rudal terhadap sejumlah sasaran di Suriah seperti Hama, kota barat laut Nubl dan Zahraa.

Benteng rezim Presiden Bashar al-Assad dan Rusia, Latakia, juga menjadi sasaran gempuran Ankara untuk membalas serangan udara rezim Assad yang menewaskan 22 tentara Turki.

Militer Turki juga menggempur target rezim Assad dengan artileri di sepanjang garis depan di Idlib.

Sebelumnya, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengadakan pertemuan darurat atas ketegangan di kota Suriah yang dilanda perang.

Sumber-sumber keamanan mengatakan kepada Daily Sabah bahwa semua menteri dan pejabat senior, termasuk Kepala Organisasi Intelijen Nasional (MIT), Hakan Fidan, hadir dalam pertemuan tersebut.

Baca juga: 33 Tentara Turki Tewas dalam Serangan Udara Suriah

Sementara itu, Direktorat Komunikasi mengeluarkan pernyataan tentang serangan Turki terhadap pasukan rezim Suriah.

Dikatakan, pasukan Turki telah melenyapkan sedikitnya 1.709 tentara rezim Assad, serta 55 tank, tiga helikopter, 18 kendaraan lapis baja, 29 howitzer, 21 kendaraan militer, enam depot amunisi, tujuh mortir, dan empat senapan mesin berat DShK buatan Soviet.

Pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat menjadikan Idlib menjadi zona deeskalasi. Segala bentuk tindakan agresi di wilayah itu secara tegas dilarang.

Tetapi lebih dari 1.300 warga sipil telah tewas dalam serangan oleh pasukan rezim Assad dan pasukan Rusia di zona de-eskalasi sejak gencatan senjata terus dilanggar.

Lebih dari 1 juta warga Suriah telah mengalir ke dekat perbatasan Turki akibat beberapa serangan masif oleh rezim Suriah dan sekutu. (Daily Sabah/OL-1)

BERITA TERKAIT