28 February 2020, 10:51 WIB

DPRD Jakarta Sebut Banjir Kali Ini Naik Kelas


Yanti Nainggolan | Megapolitan

KETUA Fraksi PDIP DPRD Jakarta Gembong Warsono menilai antisipasi banjir Jakarta pada Selasa (25/2) tidak maksimal. Apalagi, area banjir semakin meluas.

Ia menyebut, umumnya, banjir dialami warga di area dataran rendah, pemukiman padat, atau bantaran sungai. Tahun ini, kawasan elite seperti Menteng pun ikut kebanjiran.

"Banjirnya sekarang sudah naik kelas," ujar dia saat dihubungi, Jumat (28/2).

Baca juga: MRT Bangun Penahan Banjir di Pintu Masuk Empat Stasiun

Gembong juga menilai antisipasi banjir tidak maksimal. Seharusnya, setelah banjir pada 1 Januari 2020 lalu, Pemprov DKI lebih sigap dalam menghadapi banjir.

"Tapi hari-hari ini masih kita dengar ada pompa yang mati misalkan, kan itu harusnya sudah tidak boleh lagi seperti itu," imbuh dia.

Apalagi hujan pada Senin (24/2) malam adalah hujan lokal. Jadi, seharusnya lebih mudah diantisipasi dengan pompa air.

"Bagaimana kalau tiga kategori banjir numpuk jadi satu. Banjir rob, banjir kiriman, dan banjir lokal, mau jadi apa Jakarta?" tanya dia.

Dengan situasi seperti itu, Gembong menilai istilah banjir 5 tahunan sudah tidak berlaku lagi di Jakarta. Pasalnya, sudah enam kali banjir sejak awal 2020.

Per Februari 2020, Jakarta sudah enam kali kebanjiran. Bencana tersebut terjadi pada 1 Januari, 18 Januari, 24 Januari, 2 Februari, 23 Februari, dan 25 Februari. (OL-1)

BERITA TERKAIT