28 February 2020, 10:09 WIB

Bendung Penyebaran Virus Korona, Jepang Tutup Sekolah


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PEMERINTAH Jepang memutuskan menutup semua sekolah umum mulai Senin (2/3) untuk memerangi wabah virus korona. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Shinzo Abe.

Langkah itu, yang berlaku pada sekolah dasar, menengah pertama, dan atas, akan meluas hingga liburan musim semi, yang dimulai pada 25 Maret. Kegiatan sekolah umumnya dibuka kembali pada 6 April.

"Satu atau dua minggu ke depan akan menjadi langkah penting dalam memerangi wabah virus korona," kata Abe di awal pertemuan satuan tugas kemarin.

"Di atas segalanya, kesehatan dan keselamatan anak-anak harus diprioritaskan, dan ada risiko infeksi berskala besar dengan banyak anak dan guru berkumpul untuk waktu yang lama setiap hari," tambahnya.

Baca juga: Seorang Perempuan di Jepang Dua Kali Terinfeksi Virus Korona

Per pukul 21.00 waktu setempat, Kamis (27/2), Jepang memiliki 213 kasus virus korona yang dikonfirmasi, termasuk empat korban meninggal.

Sekitar seperempat, atau 54 kasus, berada di Hokkaido. Angka itu tidak termasuk 705 kasus lain di kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Yokohama sampai pekan lalu.

Keputusan Abe, yang mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh negeri, muncul setelah Hokkaido, Osaka, dan Kota Ichikawa di Chiba mengatakan mereka akan menutup sekolah untuk mengekang wabah virus korona.

Keraguan publik tentang jumlah kasus aktual di Jepang meningkat. Para kritikus menilai jumlahnya terlalu dikecilkan karena kemampuan pengujian negara yang terbatas.

Jepang memiliki kapasitas untuk menguji hingga 3.800 orang per hari. Tetapi Menteri Kesehatan Katsunobu Kato mengatakan kepada Diet minggu ini bahwa mereka melakukan uji kesehatan rata-rata hanya 900 tes setiap hari. (Straits Times/OL-1)

BERITA TERKAIT