28 February 2020, 10:04 WIB

Penambang belum Pergi dari Hutan Palu


(MT/N-2) | Nusantara

EMAS merusak Taman Hutan Raya di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Daya tariknya membuat ratusan penambang emas ilegal datang dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Pulau Jawa.

"Saat ini masih ada sekitar 500 penambang yang beraksi di Tahura. Jika ditarik ke belakang, sekitar 5.000 penambang sudah menggerus lahan Tahura sejak 2009 lalu," ungkap Kepala Tahura Sulawesi Tengah, Bambang Agus Setyawan, kemarin.

Penambangan liar itu sudah merusak lahan seluas 200 hektare. Berkurangnya jumlah penambang liar karena diduga kandungan emas di lokasi itu sudah mulai berkurang.

Untuk menangani kerusakan akibat penambangan itu, Unit Pengelola Teknis Tahura Sulteng melakukan rehabilitasi.

"Sejak 2017, kami sudah merehabilitasi lahan hutan yang rusak seluas 1 hektare," ungkap Bambang.

Ia mengakui kondisi lahan di Tahura yang kering membuat program rehabilitasi tersendat. Kendala lainnya ialah warga di sekitar areal tambang melarang rehabilitasi. (MT/N-2)

BERITA TERKAIT