28 February 2020, 09:45 WIB

Pasien Suspek Virus Korona di AS tidak Dites Berhari-Hari


Basuki Eka Purnama | Internasional

TIM medis yang merawat seorang perempuan California yang akhirnya dinyatakan sebagai kasus virus korona pertama di Amerika Serikat (AS) yang berasal dari sumber tidak diketahui tidak bisa menguji pasien itu karena dia tidak pernah melakukan perjalanan ke kawasan yang dilanda wabah virus tersebut. Hal itu diungkapkan anggota DPR AS Amie Bera, Kamis (27/2).

Hal itu memicu tanda tanya mengenai apakah kasus serupa juga terabaikan di AS saat Negara Bagian California kini memonitor sekitar 8.400 orang mengenai kemungkinan infeksi virus korona.

Perempuan itu dirawat di University of California Davis Medical Center pada 19 Februari. Pada hari itu, dokter langsung mengirimkan sampel pasien itu untuk diuji ke otoritas kesehatan AS.

Namun, baru pada 23 Februari, setelah kondisi perempuan itu memburuk bahwa uji sampel pasien itu dilakukan.

Baca juga: Tiongkok Laporkan 327 Kasus Virus Korona Baru, 44 Kematian

Kemudian, butuh tiga hari untuk hasil pengujian itu muncul dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan perempuan itu sebagai pasien pertama virus korona yang kemungkinan tertular secara lokal.

Bera kemudian mempertanyakan Direktur CDC Robert Redfield yang mengatakan prosedur pemeriksaan virus korona telah diperbaharui sejak kasus itu terjadi.

"Rekomendasinya seharusnya uji bisa dilakukan sejak dokter menduga pasiennya mengidap virus korona," kecam Bera.

Saat ini ada 61 kasus virus korona di AS termasuk 46 pasien yang dipulangkan dari luar negeri. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT