28 February 2020, 09:19 WIB

Sempat Pulih, 14% Pasien Korona di Tiongkok Positif Lagi


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SEKITAR 14% pasien yang dinyatakan sembuh dari virus korona (Covid-19) dan diizinkan keluar dari rumah sakit di Provinsi Guangdong, Tiongkok, dilaporkan positif lagi dalam pemeriksaan kesehatan lanjutan.

Hal itu diungkapkan otoritas kesehatan setempat. Kasus serupa juga terjadi di daerah lain di negara itu.

Tes positif virus korona ini menunjukkan pasien yang pulih masih mungkin membawa virus, menambah kompleksitas upaya mengendalikan wabah.

Tidak ada kesimpulan yang jelas tentang mengapa hal itu terjadi dan apakah pasien seperti itu masih bisa menular. Hal itu dikatakan wakil direktur Pusat Pengendalian Dan Pencegahan Penyakit (CDC) Guangdong Song Tie pada briefing Selasa (25/2) lalu.

Menurut penilaian awal, para ahli percaya pasien masih pulih dari infeksi paru-paru dan belum sepenuhnya sehat, menurut Song.

Baca juga: Belanda Konfirmasi Kasus Pertama Virus Korona

Menurut pedoman pengobatan terbaru untuk Covid-19 yang dikeluarkan Komisi Kesehatan Nasional, pasien dapat dianggap pulih dan dipulangkan dari rumah sakit ketika hasil usap atau swab tenggorokan atau hidung menunjukkan negatif dalam dua tes kesehatan berturut-turut.

CT scan juga harus menunjukkan tidak ada lesi paru-paru dan mereka tidak memiliki gejala yang jelas seperti demam.

Pedoman menyarankan pasien yang pulih harus memantau kesehatan mereka dan membatasi kegiatan di luar ruangan selama dua minggu setelah meninggalkan rumah sakit dan check-in untuk pengujian ulang pada minggu-minggu berikutnya.

"Beberapa hasil tes pasien hasilnya kembali positif dalam pemeriksaan lanjutan," kata Li Yueping, direktur unit perawatan intensif di Rumah Sakit Rakyat No 8 atau Guangzho No 8 People's Hospital.

Rumah Sakit Rakyat No 8 menemukan 13 pasien yang meninggalkan rumah sakit setelah dinyatakan pulih dites positif lagi, meskipun tidak ada yang menunjukkan gejala baru, menurut Li.

Cai Weiping, Direktur Divisi Penyakit Menular di Rumah Sakit Rakyat No 8, mengatakan kepada Caixin bahwa hasil positif pada pasien yang pulih semuanya ditemukan dari anal swab, sebuah metode yang jarang digunakan di bagian lain negara itu.

Pedoman pengobatan nasional hanya memerlukan tes dari tenggorokan atau usap hidung untuk pasien yang dicurigai. Virus diyakini menyebar terutama melalui droplet pernapasan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Tetapi penelitian oleh Guangzhou Medical University menemukan virus dalam sampel tinja. Itu menunjukkan jalur penularan baru. Beberapa rumah sakit di Guangdong sejak itu telah mengadopsi swap anal dalam tes virus mereka.

Cai mengatakan masih belum jelas apakah virus yang terdeteksi pada pasien yang dipulihkan masih aktif. Ada juga kemungkinan perbedaan dalam sampel, terangnya.

Song, dari CDC Guangdong, mengatakan provinsi ini sedang bersiap menempatkan pasien yang pulih yang dites kembali positif di bawah pengamatan terkonsentrasi.

Otoritas kesehatan juga akan meningkatkan pemantauan pasien yang keluar dari rumah sakit dan kondisinya saat mereka pulih, kata Song.

Pada Senin (24/20 lalu, Guangdong melaporkan 1.347 infeksi dan 805 orang yang dipulihkan. Jumlah korban tewas mencapai tujuh, data resmi menunjukkan.

Kasus pasien yang sembuh namun dites positif kembali telah dilaporkan di tempat lain di Tiongkok.

Pekan lalu, seorang pasien yang pada awalnya dipulangkan setelah pulih di barat daya Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, menerima perawatan kembali setelah dites positif lagi pada pemeriksaan berikutnya.

Otoritas kesehatan di provinsi selatan pulau Hainan juga mengonfirmasi beberapa pasien yang pulih telah dites positif lagi.

Pihak berwenang mewajibkan pasien yang pulang untuk tinggal di rumah di bawah karantina selama 14 hari, dan mengizinkan mereka dirilis setelah tes swab tenggorokan dan dubur menunjukkan negatif. (Caixin Global/ST/OL-1)

BERITA TERKAIT