28 February 2020, 09:04 WIB

Gerak Cepat Emil di Tengah Banjir


(BY/N-2) | Nusantara

SENYUM Nani Mulyani, 63, merekah. Sejenak kelelahannya karena harus mengungsi terobati, saat Ridwan Kamil menyalaminya.

Dia juga tidak bisa menahan tawa, saat cucunya digendong Gubernur Jawa Barat itu. "Saya senang Bapak datang. Kami berharap segera ada perbaikan tanggul sehingga tahun depan tidak kebanjiran lagi," ujarnya.

Kemarin, sejak pagi, Kang Emil sudah berada di Kampung Kedung Gede, Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang. Banjir di wilayah ini terjadi akibat sejumlah tanggul jebol diterjang banjir.

Selain merusak infrastruktur, luapan air Sungai Cipunagara juga merendam ratusan rumah.

Di lokasi pengungsian, Emil menyempatkan diri mendengar keluhan warga. Ia juga menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berupa logistik dan uang Rp750 juta untuk keperluan tanggap darurat. "Kami datang memberi bantuan logistik dan trauma healing."

Pemerintah, lanjutnya, terus bekerja untuk mengatasi persoalan ini agar kelak tidak berulang. Berbagai program seperti normalisasi sungai hingga optimalisasi pengolahan sampah telah dikerjakan secara sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Soal penanganan banjir di kabupaten dan kota, pemerintah provinsi (pemprov) dan gubernur tidak bisa langsung mengambil keputusan langsung. "Otoritasnya ada di bupati dan wali kota," kata mantan Wali Kota Bandung itu.

Namun, pemprov tidak lepas tangan. Penanganan dilakukan bersama-sama karena ada keterbatasan di tingkat pemkab/pemkot, baik terkait dengan kewenangan maupun anggaran. Sementara itu, untuk normalisasi sungai, kewenangannya ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Banjir tahunan di sejumlah daerah di Jabar sudah dilaporkan ke Presiden Joko Widodo. Penanganan di wilayah pantai utara dikerjakan dengan anggaran triliunan rupiah.

Selain di Subang, Emil pun memastikan pihaknya terus berupaya untuk mengatasi banjir di Bekasi dan Karawang. "Subang, Karawang, Bekasi, kita bekerja. Hari ini Pak Wagub saya tugaskan ke sana. Kita merumuskan tindakan cepat tanggap darurat."

<>Serius<>

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja memastikan pihaknya serius mengatasi banjir. Layanan tanggap darurat sudah dilakukan di Subang, Karawang, dan Bekasi.

"Pendampingan dan pengiriman logistik dilakukan kepada warga terdampak," tambahnya.

Pembangunan fisik untuk mengatasi banjir juga sudah dan terus dilakukan, di antaranya normalisasi, pembangunan sumur resapan, dan sistem tampungan di saluran primer. Selain itu, juga penampungan air hujan, tanggul pengaman sungai dan pantai, polder, serta perbaikan dan peningkatan kapasitas saluran air di perkotaan.

Saat ini, Pemprov Jabar juga terus menjamin pasokan logistik untuk korban banjir. Posko banjir didirikan Dinas Sosial Jawa Barat dan telah mendistribusikan makanan siap saji serta keperluan pengungsi lainnya.

"Bantuan intens disalurkan agar kebutuhan pokok masyarakat tetap bisa terpenuhi," ungkap Kepala Dinas Sosial Dodo Suhendar.

Kepala Biro Humas Pemprov Jabar Hermansyah juga menjamin pemantauan banjir dilakukan 24 jam dalam 7 hari. "Solidaritas pemda, TNI, Polri, dan organisasi kemanusiaan bisa menjadikan penanganan banjir lebih cepat dan tepat," tandasnya. (BY/N-2)

BERITA TERKAIT