28 February 2020, 06:50 WIB

Mereka Menunggu Kepastian


Media Indonesia | Humaniora

MUHAMMAD Ibrahim, 45, jemaah umrah asal Palembang, Sumatra Selatan, kaget bukan kepalang ketika mendengarkan pengumuman pembatalan penerbangan ke Mekah, kemarin siang. Sedianya pukul 13.30 WIB dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pesawat Saudi Arabian akan membawa dia dan istri terbang ke Tanah Suci.

Ibrahim pun berusaha ke sana kemari untuk menanyakan apa yang terjadi. Pasalnya, seluruh dokumen sudah lengkap dan mereka sudah check-in.

Kepanikan mereka agak reda setelah mendapatkan informasi dari pengurus perjalanan umrah. Bapak dua anak itu pun hanya bisa pasrah. "Pasrah saja, mau gimana lagi. Mungkin ini sudah kehendak Yang Mahakuasa," katanya.

Ibrahim yang sudah tiba di bandara sejak pukul 09.00  bersama jemaah lain memilih bertahan untuk menunggu kejelasan. "Belum jelas, entah tetap menunggu di sini (bandara) atau pulang ke rumah saudara di Cililitan, Jakarta Timur."

Kekecewaan Ibrahim sedikit terobati oleh niat baik pengurus biro umrah mencari informasi. Jemaah juga diberi makan siang, camilan sehat, dan air mineral.

Ardiansyah, pengurus travel Ektur Bandung, bersama 20 jemaah lain juga memilih bertahan di bandara. "Kami menunggu kepastian apakah diundur dengan hitungan jam atau gimana."

Untuk menenangkan jemaah, sekitar pukul 18.00 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Budi Karya mengatakan akan memberikan opsi kepada jemaah untuk menjadwal ulang keberangkatan ke Tanah Suci. Para jemaah akan dipulangkan ke kampung halaman.

Calon jamaah umrah asal Lombok meninggalkan Bandara setelah mendapat kepastian gagal berangkat. MI/RAMDANI

Tadi malam tercatat 400 jemaah umrah yang dipulangkan ke daerah asal menggunakan bus. Sisanya menginap di hotel terdekat atau rumah kerabat.

Jemaah telanjur datang ke bandara tapi gagal berangkat juga terjadi di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

"Masa keputusan hari ini dan langsung berlaku hari ini juga,'' ujar Syaifullah Maksum, jemaah umrah, di Bandara Juanda.

Nasib mereka lebih baik dari 151 jemaah asal Sumatra Selatan yang telantar di Bandara Changi, Singapura. Awalnya mereka hanya transit, tapi kemudian tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan penerbangan pertama GA980 ke Saudi berhasil. Sayangnya penerbangan selanjutnya pukul 12.25 gagal berangkat.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Prihantoro, mengatakan pihaknya masih melakukan penerbangan umrah, tapi tetap berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Bagi jemaah yang telanjur tiba di Saudi dan tidak diperkenankan masuk, pemerintah dan maskapai asal Indonesia telah berkoordinasi memulangkan mereka. (Tim/X-10)

BERITA TERKAIT