28 February 2020, 00:04 WIB

Dugaan Duplikasi Manifes Impor, Bukalapak tak Ambil Direct Impor


Despian Nurhidayat | Ekonomi

CEO BukaLapak Fajrin Rasyid menegaskan bahwa pihaknya menjual barang-barang yang diproduksi di Indonesia saja. Dengan begitu, Bukalapak sama sekali tidak ikut campur tangan dalam permasalahan duplikasi manifes impor yang dilakukan sejumlah platform perdagangan elektronik.

"Barang-barang yang di jual di Bukalapak itu barang yang ada di indonesia, jadi kita nggak ada direct impor. Semua dari barang Indonesia," ungkapnya Kamis (27/2).

Seperti yang diketahui bahwa Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Keuangan pada 12 Februari 2020 silam, membeberkan adanya dugaan duplikasi manifes berkali-kali oleh dua perusahaan jasa titip (PJT) besar.

Baca juga : Duplikasi Manifes Impor Potensi Rugikan Negara Miliaran

Dalam hal ini dikatakan bahwa kerugian negara dari pajak bisa mencapai minimal Rp1 miliar per hari dan masih memerlukan waktu untuk menelisik lebih lanjut.

Dia mengambil contoh jika setiap harinya satu PJT membayar pajak bea masuk sebesar Rp 300 juta, diketahui terdapat puluhan PJT yang telah merugikan negara.

"Duplikasi manifes yang dimaksudkan itu data nama penerima dan jenis barangnya sama selama berhari-hari. Misalnya, pada 1 Februari 2020, ada 1000 barang masuk ke server Bea Cukai, namanya A, ditujukan ke alamat CD. Pada 2 Februari 2020, terjadi manifes dengan data yang sama masuk ke server Bea Cukai," tambah sumber tersebut. (OL-7)

BERITA TERKAIT