27 February 2020, 20:05 WIB

151 Jemaah Umrah Asal Sumsel Tertahan di Singapura


Dwi Apriani | Humaniora

SEBANYAK 151 jemaah umroh asal Sumatra Selatan yang hendak berangkat ke Jeddah terpaksa harus gigit jari. Ratusan jemaah yang berangkat dengan maskapai Scoot semula transit di Bandara Internasional Changi Singapura.

Namun setelah ada pemberitahuan penangguhan keberangkatan, akhirnya mereka pun tertahan di Singapura. Leader Prabutour, Eef Romain dikonfirmasi awak media di Palembang, mengatakan para penumpang baru mengetahui ada penangguhan jemaah ketika landing di Bandar Udara Changi Singapura.

"Pihak Scoot baru tahu (penangguhan) setelah kami take off jam 09.00 WIB tadi pagi, jadi setelah kami sampai di Singapura baru ditelfon tidak bisa ke Arab Saudi, dan harus pulang ke Palembang," katanya.

Eef mengungkapkan, pasca seluruh jemaah di bandara menunggu selama 6 jam dari pukul 11.00 WIB, pihak Scoot menginformasikan bahwa tidak ada bantuan fasilitas penginapan dan tanggung jawan di serahkan ke pihak travel masing-masing.

"Kami sampai jam 11 pagi di Singapura selama itu pihak scoot belum menginfokan kami ditempatkan dimana untuk menginap semalam, setelah besok pagi kembali di pulangkan ke Palembang. Tapi pihak scoot memberikan 4 kali fasilitas makan. Sekitar jam 5 an sore ini kami baru diinfokan mereka berat untuk bertanggung jawab penginapan, pihak scoot hanya memberikan ruang istirahat di terminal 2 Bandara Changi," ungkap dia.

Eef menambahkan sebanyak 151 jemaah tersebut berasal dari gabungan lima travel asal Sumsel, dan sejauh ini diantaranya sudah ada yang akan diinapkan di hotel dan sisanya masih berunding, apakah jemaah tetap diistirahatkan di bandara Singapura.

"Hari ini travel yang berangkat, PRABUTOUR, MINA TOUR ASQ TRAVEL, BAITUSSALAM MANDIRI dan MIM TOUR. Khusus PRABUTOUR dan BAITUSSALAM MANDIRI sekarang sedang mencari hotel. Tapi yang lain belum tau bagaimana karena ini menjadi tanggung jawab masing-masing," tambah dia.

Eef melanjutkan, sebelum semua akses masuk ke Jeddah ditutup. Pihaknya terakhir memberangkatkan jemaah umroh pada tanggal 10 Februari dan kembali ke Palembang pada 22 Februari.

"Selama kemarin semua aman, tapi isunya memang virus corona sudah menyebar di sana (Arab Saudi). Terakhir ada 22 warga Filippina yang terjangkit, di sana memang agak tertutup medianya karena kerajaan. Semua akses ke Jeddah sudah di tutup sementara. Tapi alhamdulillah jemaah kita sehat semua," tandasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT