27 February 2020, 19:59 WIB

Kabareskrim Perintahkan Bentuk Satgas Anti-Money Politics


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Politik dan Hukum

PILKADA 2020 akan bergulir, Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mewaspadai berbagai hal, termasuk money politics yang diperkirakan dirinya masih marak dilakukan oknum tertentu di Pilkada serentak nanti.

"Secara umum ada tiga kasus paling menonjol, yakni tindak pidana pada saat di tempat pemungutan suara (TPS), Money politics dan tindakan yang merugikan calon," kata Listyo saat pemaparannya dalam acara Pelatihan Penanganan Tindak Pidana Pemilihan dan sistem Laporan Gakkumdu Pemilihan 2020 di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (27/2).

Agar tidak berlarut, Listyo pun memerintahkan jajarannya untuk segera membentuk Satuan tugas (satgas) money politics.

"Mulai dari sekarang bentuk Satgas Anti-Money Politics atau Satgas Money Politics untuk melakukan tracking, kira-kira para pasangan calon ini mencari sumber dana dari mana, tracking dari sekarang," lanjutnya.

Hal ini dikatakannya lantaran diperkirakan Pilkada serentak september nanti akan lebih ketat mengingat paslon terpilih hanya menjabat sekitar 3,5 sampai 4 tahun saja sebelum Pilkada di 2024.

"Ini akan berpengaruh terhadap kesiapan paslon. Artinya, pada paslon yang tidak memiliki kesiapan, akan ragu-ragu karena waktunya yang singkat dan menjadi rahasia umum di setiap pilkada butuh banyak biaya," ungkapnya. (Wan/OL-09)

BERITA TERKAIT