27 February 2020, 19:39 WIB

Menipu, Perempuan Hamil 7 Bulan Ditangkap


Tosiani | Nusantara

SEORANG perempuan dalam kondisi hamil tujuh bulan, YL,38, warga Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Jawa Tengah terpaksa meringkuk di tahanan Polres Magelang lantaran kedapatan melakukan aksi penipuan barang kebutuhan pokok dan peralatan rumah tangga senilai Rp 89 juta.

Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Hadi Handoko, menerangkan, penipuan itu dilakukan YL pada 30 September 2019 lalu. Ketika itu ia memesan barang berupa sembako dan peralatan rumah tangga senilai Rp 89 juta kepada korban Budi Hartono,39, warga Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang yang memiliki toko di daerah Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

"Korban sudah menyerahkan barang-barang tersebut dari tokonya dalam kesepakatan jual beli, tapi pelaku tidak menyerahkan uang sesuai harga yang tertera dalam nota sebanyak Rp89 juta. Ketika ditagih selalu berbelit-belit sehingga korban melaporkan ke Polsek Tegalrejo," kata Hadi, Kamis (27/2), di Magelang.

Dari penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan, kata Hadi, diketahui pelaku telah melakukan tindak pidana penipuan dengan penggelapan. Hal itu karena pelaku tidak membayarkan total uang sebanyak Rp89 juta sesuai dengan pemesanan yang dilakukan.

Atas perbuatannya, YL dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun penjara. Tersangka YL mengaku telah mengangsur sebesar Rp10 juta pada korban.  Adapun uang hasil penjualan digunakan untuk keperluannya sendiri.

Terkait dengan kehamilan tersangka, Kasat Reskrim, mengatakan, tersangka telah diperiksa kesehatannya oleh Tim Urusan Kesehatan (Urkes) yang merekomendasikan tidak ada permasalah untuk melakukan penahanan. Namun saat melahirkan akan dibawa ke rumah sakit. Kemudian saat dilakukan penyidikan, polisi juga akan melakukan penangguhan penahanan. "Kami melihat tidak mungkin seorang ibu menyusui dalam penjara. Jadi melihat dari sisi kemanusiaannya, tetap kami sampaikan kepada korban bahwa penangguhan penahanan bukan berarti dia bebas, tapi proses tetap dijalani," ujarnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT