28 February 2020, 00:50 WIB

Perluasan Pasar Produk Kerajinan Jadi Fokus IKM Kemenperin


MI | Ekonomi

KETUA Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Wury Ma’ruf Amin, kemarin, membuka workshop e-smart industri kecil menengah (IKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna meningkatkan kualitas perajin dalam memperluas pasar produk kerajinan secara online maupun offline.

“Kegiatan ini merupakan wujud kemitraan antara Dekranas dan pemerintah, untuk mendorong pertumbuhan industri kerajinan yang bernilai tambah dan berdaya saing tinggi,” kata Wury saat membuka acara itu di Pangkalpinang.

Ia mengatakan, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan Dekranas berupaya terus menciptakan dan menumbuhkan wirausaha baru. Salah satunya dengan mengembangkan kerajinan asli Bangka Belitung dan melakukan promosi, serta mendorong perluasan pasar produk kerajinan baik secara online maupun offline.

Kegiatan dari Kementerian Perindustrian yakni mengadakan workshop e-smart IKM bagi 200 perajin, pengenalan teknologi revolusi industri 4.0, dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang.

Selain itu, pembukaan bimbingan teknis desain produk pewter (kerajinan logam khas Babel) kepada 20 perajin, dan serah terima mesin casting pewter untuk IKM kerajinan khas daerah penghasil timah itu.

“Kita terus mendorong pertumbuhan industri kerajinan yang bernilai tambah dan berdaya saing tinggi, yang pada akhirnya akan menjadikan industri kerajinan sebagai industri yang berorientasi ekspor,” ujar Wury.

Menurut dia, kinerja ekspor industri kerajinan Indonesia saat ini mengalami kenaikan. Nilai ekspor kerajinan Indonesia pada akhir 2019 mencatatkan nilai US$892 juta atau senilai Rp12,48 triliun, naik 2,5% dari nilai ekspor 2018 sebesar US$870 juta. (Mir/Ant/E-2)

BERITA TERKAIT