27 February 2020, 23:30 WIB

Bogor Tidak Mau Disalahkan Jadi Penyebab Banjir


MI | Megapolitan

BUPATI Bogor Ade Yasin geram Bogor selalu disalahkan ketika Jakarta Banjir. Ia tidak ingin pasrah dengan stigma itu. “Kita selalu disalahkan. Tapi jangan pasrah kita,” kata Ade Yasin, Kamis (27/2).

Dia pun mencoba menjelaskan fakta kondisi Bogor ketika banjir melanda Jakarta pada tahun baru dan kejadian banjir tiga hari lalu. “Tiga hari lalu banjir sampai ke rumah sakit, ke istana. Tapi di Bogor tinggi air tidak dalam situasi siaga. Jakarta banjir, Bogor gak banjir. Jadi mana kontribusi Bogor?”pungkasnya.

Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut pihaknya selalu siaga dalam hadapi banjir. Pasalnya, dari prediksi BMKG curah hujan dengan intensitas tinggi bakal menerpa Jakarta.

Menurut Anies, ada beberapa tempat pengungsian yang masih aktif yang biasanya ditempati korban banjir pada siang hari. Namun, pada malam hari beberapa warga balik lagi ke rumah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga menyebut ada 70 lokasi tempat pengungsian dengan catatan sebanyak 5.158 warga Jakarta masih mengungsi. Pusat Pengendalian Operasi BNPB mencatat total korban jiwa akibat banjir Jakarta dan sekitarnya berjumlah 9 orang hingga Kamis (27/2).

“Korban teridentifikasi di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan dan Kota Bekasi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo.

Partai Nasdem pun membagikan puluhan ribu sembako dan makanan siap saji untuk korban banjir Jakarta, Kabupaten Bekasi, dan Karawang. Posko Nasdem Peduli menerima berbagai permintaan bantuan dari korban banjir yang terjadi sejak Selasa (25/2).

Ketua Posko Nasdem Peduli Hemawi Taslim mengatakan distribusi bantuan korban banjir telah dilakukan sejak beberapa pekan lalu dan saat ini bantuan akan langsung diberikan kepada masyarakat yang menjadi korban banjir. (DD/Ins/Sru/Ssr/J-1)

BERITA TERKAIT