27 February 2020, 22:20 WIB

PM Baru Ditentukan 2 Maret


MI | Internasional

PERDANA Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan Dewan Rakyat akan bersidang pada 2 Maret untuk menentukan Perdana Menteri yang baru.

Ini disampaikan Mahathir Kamis (27/2) usai pemaparan rencana stimulus keuangan Malaysia 2020. Menurut dia, sidang itu diperlukan karena Raja Malaysia, Sultan Abdullah tidak bisa menentukan tokoh mana yang memperoleh dukungan mayoritas dari para anggota parlemen.

“Raja semula berharap para anggota parlemen dapat menyampaikan dukungan secara langsung. Tapi setelah pertemuan selama dua hari, tidak jelas siapa yang mendapat suara mayoritas. Karena itu sidang parlemen yang akan memutuskan,” ungkap Mahathir.

Jika sidang Dewan Rakyat masih gagal mencari kandidat, Mahathir menyebut bisa saja kemudian dilakukan pemilihan umum baru.

Ia juga mengakui telah kembali sebagai ke­tua Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) setelah sempat mundur pada awal pekan ini. Partai tersebut kemungkinan menominasikan Mahathir atau Muhyiddin Yassin sebagai calon Perdana Menteri.

Sementara itu, koalisi baru yang meliputi anggota parlemen dari Bersatu dan Barisan Nasional (BN) memiliki suara mayoritas untuk menguasai pemerintahan di Johor menggantikan koalisi Pakatan Harapan.

Menyusul keputusan Bersatu untuk me­ninggalkan koalisi Pakatan Harapan, Menteri Besar Johor Sahruddin Jamal dari Bersatu dan Ketua BN Johor Hasni Mohammad bertemu dengan penguasa Johor, Sultan Ibrahim.

Sultan Ibrahim kemudian mengundang 56 anggota parlemen di negara bagian tersebut dan menanyakan apakah mereka akan mendukung koalisi PH atau koalisi baru. Hasilnya, 28 memilih koalisi baru sementara 26 memilih Pakatan.

“Dengan demikian, koalisi baru memiliki hak untuk mencalonkan seorang menteri besar dan dewan eksekutif negara baru,” kata sekretaris pribadi Sultan Johor, Jabah Mohd Noah. (CNA/Bernama/NST/Nur/X-11)

BERITA TERKAIT