27 February 2020, 19:03 WIB

147 Bakal Paslon Perseorangan Masuk Tahap Verifikasi Administrasi


Deden Muhamad Rojani | Politik dan Hukum

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) telah menyatakan menerima 147 bakal pasangan calon perseorangan yang menyerahkan berkas jumlah dukungan, semua bakal paslon yang diterima itu berasal dari 104 daerah yang menyelenggaakan Pilkada 2020.

Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik mengatakan tahap selanjutnya untuk semua bakal paslon yang diterima adalah verifikasi administrasi dan kegandaan.

“Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 16 Tahun 2019, tahapan setelah dilaksanakannya pengecekan jumlah dukungan dan sebaran adalah KPU Kabupaten/Kota melakukan verifikasi administrasi dimulai pada tanggal 27 Februari sampai dengan 25 Maret 2020,” tutur Evi, Kamis (27/2) di Gedung KPU RI, Jakarta.

Evi menjelaskan verifikasi yang akan dilakukan oleh KPU adalah mencocokkan kesesuaian Nomor Induk Kependudukan, nama, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir dan alamat pendukung pada Formulir Model B.1-KWK Perseorangan dengan fotokopi Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau Surat Keterangan.

Selanjutnya adalah verifikasi kesesuaian antara formulir Model B.1-KWK Perseorangan dengan daftar pemilihan tetap pada Pemilu atau Pemilihan Terakhir atau daftar penduduk potensial pemilih.

KPU juga melakukan verifikasi kesesuaian antara alamat pendukung dengan daerah Pemilihan, verifikasi kesesuaian alamat pendukung dengan wilayah administrasi Panitia Pemungutan Suara (PPS). Verifikasi identitas kependudukan untuk memastikan pemenuhan syarat usia pendukung dan status perwakinan, serta verifikasi terhadap dugaan dukungan ganda terhadap Bakal Pasangan Calon Perseorangan.

Evi menambahkan, jumlah akun Bakal Pasangan Calon Perseorangan Bupati dan Wakil Bupati/Wali Kota dan Wakil Wali Kota di dalam Sistem Informasi Pencalonan (SILON) Pemilihan 2020 adalah sebanyak 350 akun, dengan status sebanyak 147 diterima, sebanyak 54 ditolak, dan 149 batal menyerahkan.

“KPU telah menghitung jumlah dukungan pada formulir Model B.1-KWK Perseorangan, menghitung persebaran dukungan yang tercantum dalam formulir Model B.2-KWK Perseorangan, dan mengecek kesesuaian jumlah dukungan dan persebarannya yang tercantum dalam formulir Model B.2-KWK,” lanjutnya.

Selanjutnya kata Evi, KPU menuangkan hasil pengecekan jumlah dukungan dan sebaran itu ke dalam formulir Model BA.1-KWK Perseorangan, yang menyatakan status penyerahan dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan diterima atau ditolak. (OL-4)

BERITA TERKAIT