27 February 2020, 19:03 WIB

Rekomendasi Kemenkes Jadi Pegangan Menpora Kirim Atlet ke Tokyo


Akmal Fauzi | Olahraga

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan akan mengikuti rekomendasi dari Kementerian Kesehatan ihwal keikutsertaan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Wabah virus korona baru (Covid-19) yang semakin meluas di Negeri Sakura itu, kini menjadi salah satu pertimbangan pemerintah mengirimkan atlet ke Tokyo.

“Pemerintah ada Kementerian Kesehatan, kami tunggu dari situ. Apa yang disampaikan Menteri Kesehatan itu yang akan kami ikuti,” kata Zainudin di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis (27/2).

Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo yang digelar 24 Juli mendatang menjadi perdebatan untuk tetap digelar atau ditunda akibat penyebaran Covid-19.

Zainudin mengatakan akan menghormati sikap yang akan diambil pemerintah Jepang.

Baca juga : Dikepung COVID-19, KOI Beri Dukungan Moral untuk Olimpiade Tokyo

“Silakan Jepang memutuskan, tentu masing-masing negara ada kebijakan. Kami menunggu apa arahan dari bapak Menteri Kesehatan (Terawan Agus Putranto),” tegas Amali.

Zainudin memastikan, apapun keputusan pemerintah tidak akan menggangu pembinaan terhadap atlet, termasuk dana pelatnas yang sudah diberikan dan akan diberikan ke cabang olahraga yang lolos Olimpiade 2020.

“MoU (dana Pelatnas) kan pembinaan jangka panjang. Kalau di sana (Jepang) enggak bisa kan gak mungkin kita paksa. Kewajiban pemerintah kepada cabor memberikan pembinaan,” tegas Zainudin.

Sebelumnya, Ketua Penyelenggara Olimpiade Tokyo Toshiro Muto membantah kabar pembatalan penyelenggaraan Olimpiade 2020. Thosiro bahkan menegaskan, pawai obor (torch relay) Olimpiade yang dijadwalkam 26 Maret 2020 tidak dibatalkan.

Nasib Olimpiade 2020 menjadi sorotan ketika merebaknya Covid-19 di Negeri Sakura itu. Namun, penyelenggara bersikeras bahwa Olimpiade dan Paralimpiade yang dijadwalkan untuk musim panas tahun ini tidak dibatalkan. (OL-7)

BERITA TERKAIT