27 February 2020, 18:11 WIB

Norwegia Akan Hancurkan Bangunan Bermural Karya Picasso


Nur Aivanni | Internasional

PEMERINTAH Norwegia memberikan izin untuk menghancurkan sebuah bangunan rusak akibat bom, yang dihiasi gambar karya seniman ternama Spanyol, Pablo Picasso.

Sebelumnya pada 2014, pemerintah menunda keputusan penghancuran gedung. Setelah keputusan berubah, dua mural Picasso akan dipindahkan. Mural Picasso dibuat di gedung pemerintah, yang dikenal "blok Y" dan "blok H".

Bangunan tersebut rusak dalam serangan bom mematikan oleh ekstrimis sayap kanan, Anders Behring Breivik, pada 22 Juli 2011. Kemudian, dia melakukan penembakan massal di Pulau Utoya, yang menewaskan 77 orang.

Pada 2014, Norwegia memutuskan untuk menghancurkan bangunan itu karena alasan keamanan. Langkah itu bagian dari proyek rekonstruksi utama, sekaligus untuk memindahkan mural "The Fishermen" dan "The Seagull".

Baca juga: Direnovasi, Museum of Modern Art Tutup Empat Bulan

Bangunan lain, "blok H", yang juga rusak akibat ledakan, memiliki tiga mural Picasso. Namun, bangunan tersebut tidak akan dihancurkan.

Keputusan pada 2014 untuk merobohkan "blok Y" memicu reaksi di antara para pembela warisan arsitektur. Alhasil, pembongkaran tersebut ditunda. Pada 13 Februari, tiga organisasi dan asosiasi mengumumkan rencana untuk membawa negara ke pengadilan. Mereka mendesak pemerintah untuk menunda pembongkaran, sampai pengadilan memutuskan masalah tersebut.

Belakangan, pemerintah menolak permintaan tersebut. Dengan alasan, penundaan lebih lanjut berdampak pada biaya keuangan, serta penundaan proyek rekonstruksi.

Kementerian pemerintah daerah dan modernisasi menyatakan badan yang bertanggung jawab mengelola aset real estat negara, Statsbygg, sudah diberi mandat tugas untuk memulai persiapan pembongkaran "blok Y".

Sejauh ini, belum ada tanggal yang ditetapkan. Namun penundaan penghancuran melewati batas 1 April, akan menelan biaya 30-50 juta krona Norwegia atau setara US$ 3,2-5,3 juta per bulan.(AFP/OL-11)

 

BERITA TERKAIT