27 February 2020, 18:06 WIB

Surplus 130 MW, Sumbar Pancing Investor


Yose Hendra | Nusantara

SUMATRA Barat (Sumbar) kelebihan daya 130 MW sebuah peluang tarik investor industri skala besar.

General Manager PLN  Wilayah Sumatra Barat Bambang Dwiyanto mengatakan beban daya puncak Sumbar saat ini mencapai 590 MW, sedangkan kapasitas yang ada 720 MW.

Menurut Bambang, surplusnya daya listrik di Sumbar karena ada beberapa pembangkit energi terbarukan yang sudah mulai beroperasi mulai dari Pembangkit Listrik Geothermal di Solok Selatan hingga beberapa Pembangkit Listrik Mikrohidro seperti PLTM Hidro Sako 1 di Tapan,
Kabupaten Pesisir Selatan.

"Kondisi ini berbeda dengan enam tahun lalu yang masih kekurangan daya listrik," imbuh Bambang, Kamis (27/2).

Ia mengatakan, adanya kelebihan ini dipastikan tidak ada lagi pemadaman rutin bergilir akibat kekurangan daya.

"Lain halnya kalau ada gangguan alam," kata Bambang.

Bambang mengungkapkan, dengan kondisi ini potensial bagi para pemodal untuk berinvestasi di Sumbar karena listrik tersedia dan mencukupi.

"Kelebihan daya hingga 130 mega watt dapat digunakan sebagai cadangan dan juga memenuhi kebutuhan investor yang berinvestasi," ujarnya.

Ia mengatakan secara teknis jika cadangan terlalu besar juga memakan biaya yang besar kendati saat ini sudah ada interkoneksi di Sumatra. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT