27 February 2020, 15:25 WIB

FinEast 2020, Sosialisasi Literasi Keuangan Digital


Palce Amalo | Ekonomi

SOSIALISASI literasi keuangan kepada masyarakat terkait layanan keuangan digital di Indonesia timur, lewat kegiatan FinEast 2020 dijadwalkan digelar di Kupang pada Jumat (28/2).

"Indonesia Timur, termasuk Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu wilayah yang mempunyai potensi besar, terutama untuk industri fintech lending karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan akses layanan keuangan serta mempunyai perkembangan mikro bisnis yang pesat. Cara yang efektif untuk menjangkau masyarakat NTT adalah melalui saluran digital, dan fintech dapat dengan mudah diakses," Presiden Direktur dan Pendiri UangTeman, Aidil Zulkifli di Kupang, Kamis (27/2).

Zulkifli mengatakan FinEast sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia, salah satu caranya melalui perekonomian digital.

Menurutnya, NTT menjadi salah satu provinsi yang potensial dalam penetrasi keuangan digital di Indonesia Timur. Sesuai data Otoritas Jasa Keungan (OJK), NTT mencatat nilai penyaluran kredit dari pihak perbankan untuk masyarakat mencapai Rp29,2 triliun pada 2019.

Jumlah kredit NTT ini naik 13,4% dibandingkan 2018, berarti jumlah kredit di NTT pada tahun lalu lebih tinggi dari pertumbuhan kredit
secara nasional sebesar 11,8%.

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi masyarakat untuk mendapatkan ilmu dan akses keuangan untuk berkembang, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), usaha rintisan, dan para karyawan yang mempunyai mimpi besar.

Kegiatan ini juga merupakan kesempatan untuk kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan para pelaku usaha di
Indonesia timur agar semakin memahami dan bisa memanfaatkan layanan industri fintech lending secara optimal.

''FinEast memberikan semangat baru bagi para penyelenggara industri fintech lending untuk terus bekerja sama dalam menstimulasi pertumbuhan fintech lending dan ekonomi digital di Kupang, NTT. Terutama dalam memberikan pemahaman agar masyarakat terhindar dari fintech ilegal yang meresahkan dan mempersiapkan masyarakat Indonesia yang unggul dalam menghadapi revolusi industri 4.0,'' lanjut Aidil.

SVP Head of Corporate Affairs UangTeman Roberto Sumabrata mengatakan, UangTeman siap untuk terus berperan aktif sebagai mitra tepercaya masyarakat yang bisa memberikan solusi layanan keuangan untuk kebutuhan keuangan masyarakat melalui pinjaman yang bertanggung jawab, terutama bagi masyarakat dengan semangat entrepreneur yang memiliki mimpi yang besar namun belum mendapatkan akses layanan keuangan.

''UangTeman mengapresiasi pemerintah dan masyarakat NTT yang sangat antusias menyambut acara FinEast ini. UangTeman tentunya akan
menggunakan momentum ini untuk melihat potensi bisnis Fintech Lending di NTT dan terus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia Timur, Kami siap berperan bersama dengan para pelaku industri fintech lending dibawah naungan AFPI, pemerintah, dan pelaku UMKM di NTT untuk memberikan layanan keuangan kepada masyarakat Indonesia Timur secara individual maupun produktif,'' jelas Roberto.

Merujuk data Badan Pusat Statistik, penduduk usia produktif atau 15-64 tahun di NTT mengalami peningkatan mencapai 3.261.827 jiwa pada 2018, meningkat 1,93% dibandingkan 2017 sebesar 3.198.817 jiwa.

Hal ini akan terus meningkat seiring dengan Indonesia yang akan mengalami masa bonus demografi hingga 2045. Di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan penduduk tidak produkif.

''Kami yakin keikutsertaan kami dalam acara ini dapat meningkatkan penggunaan layanan keuangan digital, melihat jumlah masyarakat produktif NTT yang semakin meningkat, dan peluang pasar yang masih terbuka lebar, menjadi momentum yang baik bagi UangTeman untuk terus bertumbuh dan memperkuat posisi sebagai pionir fintech lending yang bertanggung jawab di Indonesia,'' tutup Roberto. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT