27 February 2020, 15:25 WIB

Sebanyak 1.200 Jemaah Umrah Sulsel Batal Terbang


Lina Herlina | Nusantara

Pemerintah Arab Saudi untuk sementara menghentikan kegiatan umrah serta pengeluaran visa bagi warga negara asing. Termasuk, menolak pelancong dari negara-negara tempat virus korona mewabah.

Menyikapi kebijakan tersebut, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel Kaswad Sartono, mengimbau kepada jemaah umrah di Sulsel bersabar, menunggu hingga pemerintah Arab saudi mencabut kembali larangan tersebut.

"Kami berharap supaya masyarakat tetap tenang menyikapi hal itu. Ini adalah langkah bijak yang diterapkan pemerintah Arab Saudi, untuk mencegah dampak penyebaran wabah virus korona," kata Kaswad, Kamis (27/2).

Hanya saja, pihak Kemenag mengaku belum menerima secara resmi surat penerbitan pelarangan pemberangkatan jamaah umrah tersebut. "Kemenag Sulsel, menunggu petunjuk pusat, untuk melakukan langkah lanjutan dalam menangani jemaah umrah lainnya," lanjut Kaswad.

Di Sulsel sendiri, berdasarkan data Kanwil Kemenag terdapat 52 perusahaan penyelenggara travel umrah.

Terpisah Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sulawesi Selatan, Azhar Gazali menyebutkan, jika yang dilakukan pihak Arab Saudi adalah tindakan preventif terhadap keamanan dan juga kesehatan para warganya.

"Untuk kondisi tersebut, kita harus melihatnya sebagai pengawasan yang lebih melekat terhadap jemaah yang masuk ke negaranya. Terus kepada Indonesia sendiri kita harus melihat, ini bukan pembekuan tapi reschedule. Mereka melakukan ini untuk memasang alat deteksi korona. Jadi saya pikir ini hal wajar, sama yang dilakukan negara lain," urai Azhar.

Karenanya, lanjut Azhar, tentunya pihak travel harus melakukan perubahan jadwal karena pelarangan berangkat sementara ini. "Maka akan dilakukan koordinasi dengan pihak maskapai penerbangan, hotel, visa dan sebagainya. Karena sifatnya hanya penundaan," lanjutnya.

Azhar juga berkeyakinan jika larangan masuk Arab Saudi, khususnya untuk umrah tidak berlangsung lama, karena itu kepentingan negara Islam dan juga Arab Saudi.

"Jadi Teman-teman Amphuri sudah melakukan sosialiasi dan informasi kepada jemaahnya terutama yang jadwal pemberangkatannya dalam waktu dekat sehingga jemaah bisa maklum. Dan kita akan menyampaikan informasi lebih lanjut ketika aturan telah dicabut," tambah Azhar.

Dengan pembatalan tersebut, sekitar 1.200 jamaah umrah batal berangkat minggu ini. Karena dalam sepekan itu, ada tiga kali penerbangan langsung dari Makassar ke Jeddah dengan 400 penumpang sekali terbang.

"Tapi tadi pagi masih ada yang terbang dari Makassar 2 penerbangan. Kan pemberlakuannya baru diinformasikan, dan pihak maskapai juga belum dapat informasi pembatalan terbang," tutup Azhar. (LN/OL-10)

BERITA TERKAIT