27 February 2020, 15:10 WIB

Polres Kebumen Larang Ekstra Kurikuler di Daerah Rawan Bencana


Lilik Darmawan | Nusantara

Polres Kebumen, Jawa Tengah melarang kegiatan esktra kurikuler sekolah di wilayah rawan bencana seperti aliran sungai serta daerah-daerah rawan longsor. Pelarangan itu dilakukan agar tidak terjadi hal-hal buruk terkait bencana. Apalagi saat ini cuaca sedang ekstrem.

Kapolres Kebumen Ajun Komisaris Besar Rudy Cahya Kurniawan mengatakan para anggota Bhabinkamtibmas ditugaskan ke sekolah-sekolah guna mensosialisasikan pelarangan terkait kegiatan ekstra kurikuler di aliran sungai atau lokasi rawan longsor. "Jangan sampai ada kejadian seperti yang terjadi di Turi, Sleman. Apalagi saat sekarang terjadi cuaca esktrem dengan tingkat curah hujan tinggi," papar Rudy saat dikonfirmasi, Kamis (27/2).

Baca juga: Diguyur Hujan Lebat, Longsor Terjadi di Kudus dan Pati

Dijelaskan oleh Kapolres, ada beberapa polsek yang diinstruksikan khusus, yaitu Polsek Sadang dan Karangsambung. Pasalnya di kedua wilayah merupakan daerah perbukitan dan ada salah satu sungai besar di Kebumen, yakni Luk Ulo.

"Dalam kondisi seperti sekarang, ada potensi banjir bandang dan longsor, sehingga harus diwaspadai. Kegiatan tidak perlu ada di tempat-tempat potensi bencana seperti itu," kata Rudy.

Menurutnya, pihak sekolah harus mempertimbangkan berbagai faktor jika menggelar kegiatan di luar. "Di antaranya adalah mengenal wilayah setempat. Apakah rawan banjir atau longsor serta memprediksi cuaca. Ini sangat penting. Selain itu, kami juga memasang papan imbauan danrambu-rambu lokasi rawan bencana," tandasnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT