27 February 2020, 15:05 WIB

Ini Kebiasaan Mutlak di Zaman Darurat Sampah


Bagus Pradana | Weekend

MASIFNYA pencemaran sampah, baik organik maupun anorganik di berbagai tempat sudah wajib jadi kepedulian bersama. Sebab siapapun anda, sekarang ini sudah tidak dapat merasa aman dari akibat pencemaran sampah itu. Bagaimana tidak, sekarang ini pun sudah banyak studi yang menunjukkan jika mikroplastik sudah masuk ke tubuh hewan laut, termasuk ikan yang biasa manusia konsumsi.

Membantu mengurangi sampah plastik nyatanya juga tidak sulit. Ada langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap orang. Berikut tips yang dikumpulkan dari berbagai sumber:

1. Bawa kantong belanja sendiri
Membawa kantong belanja harus jadi kebiasaan wajib sebab sekarang ini hampir semua orang membeli sesuatu saat di luar rumah. Memang ada pula orang yang beralasan tidak penting membawa kantong belanja sementara berbagai barang yang dijual pun umumnya dikemas dengan bahan yang mengandung plastik.

Pendapat itu bisa ada benarnya. Namun juga penting untuk sedapat mungkin mengurangi jumlah plastik sebisa mungkin. Toh membawa kantong belanja tidak menimbulkan kerugian. Saat ini pun sudah banyak kantong belanja yang dapat dilipat sangat kecil hingga membawanya sangat praktis.

2. Bawa botol minum

Salah satu jenis sampah plastik terbanyak di dunia ini adalah kemasan air mineral. Hal ini pun sangat ironis karena kemasan air mineral itu sangat sebentar kita gunakan, sama halnya kantong plastik, namun berdampak hingga ratusan tahun.

Keuntungan lain membawa botol minum sendiri karena kini di beberapa tempat umum sudah disediakan stasiun pengisian air gratis. Dengan begitu kita dapat berhemat. Tidak hanya itu, beberapa kafe kopi juga mmeberi potongan harga bagi mereka yang membawa wadah minum sendiri.

3. Bawa Sedotan sendiri
Masih terkait dengan minuman, wajib pula kita membawa sedotan sendiri. Terutama hal ini penting bagi mereka yang doyan jajan minuman dingin. Patut diketahui juga, sedotan plastik adalah salah satu jenis sampah yang banyak melukai hewan laut. Saat terbawa arus, bentuk sedotan yang cukup kaku dan kecil bisa berdampak seperti pisau ke tubuh hewan-hewan itu.  

4. Bawa kotak makan sendiri atau setidaknya hindari styrofoam
Membawa kota makan sendiri mungkin merepotkan bagi sebagian orang. Namun sebenarnya membawa kotak makan sendiri harus menjadi kebiasaan orang-orang yang banyak menghabiskan waktu di satu tempat, seperti kantor atau sekolah. Jika anda merasa repot maka dapat menyimpan kotak makan itu kantor untuk digunakan saat membeli makan siang.

Jika anda masih sulit melakukan hal tersebut maka upaya untuk makan siang di restoran atau rumah makan tersebut. Jika ini juga tidak bisa maka upaya meminta kemasan yang bukan styrofoam. Kebiasaan ini juga dapat memberi awarness kepada para pemilik kedai jika konsumen menginginkan wadah yang lebih ramah lingkungan. Selamat mencoba! (M-1)

BERITA TERKAIT