27 February 2020, 14:51 WIB

Jokowi: Ekonomi Digital Harus Majukan Produk Lokal


Andhika prasetyo | Ekonomi

PERKEMBANGAN ekonomi digital harus mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pemasaran produk lokal di ranah global.

Hal itu ditegaskan Presiden Joko Widodo saat membuka acara Digitall Economy Summit 2020 di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (27/2). Selama ini, Indonesia kerap hanya menjadi penonton dari pesatnya pertumbuhan ekonomi digital.

Pada 2019, nilai ekonomi digital Indonesia sudah mencapai US$ 40 miliar. Nilai itu melompat jauh dari capaian 2015 sebesar US$ 8 miliar. Meski valuasi yang dikumpulkan tinggi, Indonesia masih menjadi pasar. Dalam hal ini, sebagian besar barang yang dipasarkan secara daring, berasal dari luar negeri, bukan produk lokal.

Baca juga: Menkeu : Ekonomi Digital Sebagai Proses Demokratisasi Ekonomi

Persoalan itu yang ingin diubah pemerintah saat ini. Jokowi menegaskan perkembangan ekonomi digital harus bisa mengangkat industri di dalam negeri.

"Ini penting sekali. Ekonomi digital harus memicu pemasaran produk dalam negeri. Ekonomi digital kita harus mendorong produk dalam negeri laku terjual. Jangan barang impor yang dipasang di marketplace kita," tegas Jokowi.

Sektor ekonomi digital, lanjut dia, juga harus merangkul para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), terutama dari aspek pendanaan. Dengan pembiayaan yang memadai, kapasitas produksi yang dihasilkan akan bertambah. Sehingga, mendorong terciptanya hasil yang maksimal.

"Pemerintah akan mempermudah kemitraan antara lembaga-lembaga investasi dunia dengan pelaku usaha lokal. Kita akan siapkan regulasi dan birokrasi yang kondusif," tuturnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT