27 February 2020, 14:38 WIB

Cucu Sultan Terakhir Aceh Telah Berpulang


Amirudin Abdullah Reubee | Nusantara

Telah berpulang ke Rahmatullah Tuangku Raja Yusuf bin Tuanku Raja Ibrahim bin Tuanku Muhammad Daud Syah, pada Rabu (26/2) sekitar pukul 17.40 Wib. Almarhum meninggal di Rumah Sakit Pertamedika Banda Aceh.  Sebelumnya almarhum mengalami ganguan darah merah atau  sel darah merah tidak berfungsi yang dalam bahasa medis sering disebut anemia.

Tuanku Raja Yusuf adalah cucu Raja Aceh terakhir atau sultan ke 38 yang bernama Tuanku Muhammad Daud Syah yang memerintah pada tahun 1874 Masehi. Pada 10 Januari 1903 Sultan ditangkap pemerintah Hindia Belanda, lalu diasingkan ke Ambon dan kemudian dipindahkan ke Batavia hingga menghembuskan nafas terakhir pada  6 Februari 1939 M.

Kepulangan Tuanku Raja Yusuf merupakan musibah atau rasa duka terhadap keluarganya dan suatu kehilangan bagi masyarakat di Serambi Mekkah. Apalagi almarhum adalah cucuh tokoh besar dalam sejarah ke emasan kerajaan Aceh tempo doeloe.

Samasa hidupnya beberapa waktu lalu, Tuanku Raja Yusuf sempat menuturkan kepada Media Indonedia, rasa sedihnya terhadap warisan atau peninggalan kerajaan Aceh yang tidak terurus dengan baik. Bahkan sebagian harta kekayaan atau aset berharga milik para sultan, sekarang dikuasai orang tidak berhak atas wariran itu.

Misalnya tanah pekarangan Rumah Putroe Sani (isteri pertama Sultan Iskandar Muda) di Reubee, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, sekarang dikuasai orang sekitar yang tidak sangkut pautnya dengan kerajaan Aceh. Yusuf sepertinya tidak bisa berbuat banyak atas ke tidak wajaran itu.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, turut belangsungkawa seraya mengucapkan Inna Lilahi Wainna Ilaihi Rajiun, atas berpulangnya Tuanku Raja Yusuf.

"Inna Lillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Saya bersama keluarga dan aparatur Pemerintah Aceh, menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah cucu Sultan Aceh terakhir" kata Nova Iriansyah.

Sejarawan Aceh, M Adli Abdullah, kepada Media Indonesia, Kamis (27/2) mengatakan, Tuanku Raja Yusuf lahir pada 24 Desember 1956, di Desa Keumala Dalam, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Saat menginjak remaja lelaki ini sekolah dan pindah ke Kuta Raja atau Banda Aceh.

"Seorang politisi Aceh saat itu memboyong Tuanku Raja Yusuf ke Banda Aceh dan menitipkan pada Gubernur Aceh A Majid Ibrahim. Mungkin karena alasan situasi keamanan saat itu" tutur Adli Abdullah.

Pemuda cucu Sultan Aceh terakhir itu mendapat perhatian dari Gubernur Aceh, A Majid Ibrahim (periode 1978-1981). Lalu Tuanku Raja Yusuf menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan terakhir di Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh. (OL-13)

 

BERITA TERKAIT