27 February 2020, 13:25 WIB

Anies Bangun Wisma Berskala Internasional Harga Terjangkau di TIM


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan tidak ada pembangunan hotel dalam revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Yang dibangun wisma untuk penginapan para seniman. Hal itu disampaikannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi X di Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (27/2).

Baca juga: Hotel di TIM Batal, DPRD Minta Jakpro Rombak Skema Bisnis di TIM

"Tidak ada hotel bintang lima di situ (TIM), tapi ada wisma untuk seniman. Karena ini ekosistemnya seni, maka dia bisa berkegiatan 24 jam. Apakah akan mahal? Tidak. Justru dibangun fasilitas berskala internasional, tapi harganya terjangkau," kata Anies.

Anies juga menjamin, pascarevitalisasi tidak akan mengeyampingkan keberadaan seniman yang sudah lama menggunakan TIM sebagai wadah kreasi selama ini. Bangunan Graha Bakti Kebudayaan dan Planetarium masih dipertahankan dan diperbaiki.

"Kita ingin revitalisasi (TIM) jadi ekosistem kesenian di Jakarta. Pelaku seni bisa berkolaborasi menunjukkan karya melalui proses seleksi ketat DKJ (Dewan Kesenian Jakarta), sehingga (TIM) menjadi tempat menyaksikan karya terbaik dan dunia bisa melihat," jelas Anies.

Baca juga: Ziarah Kebudayaan di Taman Ismail Marzuki

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menilai akar permasalahan yang ada sampai para seniman menolak revitalisasi adalah karena kurangnya komunikasi antara Pemerintah Provinsi DKI dengan para seniman.

"Saya sebagai pimpinan DPRD dalam saat pembahasan saya selalu mengingatkan kepada Jakpro untuk selalu komunikasi sebab kegelisahan dan kegalauan seniman, nanti kalau (wisma) ini jadi, mereka menyewanya berapa. Itu juga pertanyaan," tutur Prasetyo.

Sebetulnya, imbuh Pras, apa yang dikatakan pak gub merupakan ide baik. "Tujuannya baik, tapi implementasi enggak ketemu," tandasnya.

BERITA TERKAIT