27 February 2020, 12:45 WIB

Rabu Abu Tanpa Kontak di Filipina Gara-Gara Virus Korona


Basuki Eka Purnama | Internasional

WARGA Filipina menandai Rabu Abu dengan menunduk dan ditaburi abu ketimbang dibuatkan tanda salib di dahi karena wabah virus korona yang melanda negara Asia Tenggara itu.

Pemimpin gereja Filipina meminta para imam untuk mengadaptasi ritual gaya baru itu untuk memangkas risiko penularan virus yang telah menewaskan 2.700 orang di dunia, mayoritas di Tiongkok.

Sejak wabah itu mencuat yang menyebabkan tiga kasus terkonfirmasi di Filipina dan satu orang tewas, gereja di negara itu sudah meminta umat untuk tidak berpegangan tangan saat misa.

"Hal ini membuat saya merasa aman," ujar Wendy Tamidles, mahasiswa berusia 19 tahun.

Baca juga: Iran Batasi Perjalanan Domestik Terkait Virus Korona

Tamidles meripakan salah satu dari ribuan orang, beberapa mengenakan masker, yang mengikuti misa Rabu Abu di gereja Baclaran di Manila.

Rabu Abu menandai awal masa prapaskah dengan umat Katolik mendapatkan usapan abu di dahi.

Filipina adalah negara mayoritas Katolik dengan 80% warga negara itu menganut agama itu. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT