27 February 2020, 12:30 WIB

Bina Marga Pastikan Pengaspalan di Monas akan Diawasi Ketat


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

KEPALA Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menegaskan pengaspalan untuk sirkuit Formula E di Monas akan dilakukan dengan sangat hati-hati serta diawasi ketat dan didampingi tim teknis dari ITB.

Hal itu disampaikannya dalam menanggapi pengelupasan aspal uji coba yang dilakukan PT Jakarta Propertindo tidak berjalan mulus karena meninggalkan sisa aspal dan goresan di batuan cobblestone di Monas.

"Ada tim teknis. Ada ITB. TACB kan ahli budaya. Ini kan teknis. Yang dari ITB itu kan memang yang mengawasi benar. Istilahnya ahli yang kompeten untuk mengawasi," kata Hari saat dikonfirmasi, Kamis (27/2).

Sementara itu, Hari menyebut batuan alam cobblestone yang terdapat di Monas bukan termasuk cagar budaya. Cagar budaya di Monas terbatas pada cawan, tugu, dan empat silang.

"Namun, tetap walaupun tidak termasuk kita akan jaga kelestarian dan lingkungan. Kita buat lapisan aspalnya di atas geotextile. Setelah selesai nanti dibongkar," ujar Hari.

Baca juga: Aspal Formula E Rusak Batu Alam

Ia menegaskan aspal hasil sisa Formula E bisa dikelupas dan digunakan lagi lewat metode pengolahan. Sehingga, tidak ada aspal yang terbuang meski aspal bekas penggunaan sirkuit dikelupas setelah balapan usai.

"Jadi nanti aspalnya masuk ke tempat pengolahan semacam apa ya campuran agregat dan base-nya lagi nanti bisa dipake sejenis recycling road," terangnya.

Untuk pengaspalan berikutnya, Hari pun berjanji mengingatkan agar Jakpro selaku organizing committee (OC) Formula E lebih berhati-hati dalam melakukan pengaspalan.

Sebelumnya, Japro diketahui melakukan uji coba pengaspalan pada Senin (24/2) dan dikelupas pada (25/2).

Uji coba dilakukan pada area seluas 20 meter persegi di jalan yang terdapat batuan lama di sisi tenggara Monas.

Namun, dari hasil uji coba itu ditemukan adanya baretan pada batuan alam. Selain itu, sisa aspal memenuhi sela-sela batuan cobblestone. (OL-1)

BERITA TERKAIT