27 February 2020, 11:15 WIB

Soal Revitalisasi TIM, Anies: Negara tidak Cari Untung


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

DALAM rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerangkan soal tujuan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Ia menegaskan pihaknya tidak mencari untung dalam proyek yang dikelola PT Jakarta Propertindo (Jakpro) itu.

Jakpro sendiri merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta

"Negara tidak mencari untung. Negara hadir untuk mencari kontitusi. Kalau swasta mencari untung. Kalau milik negara memcari pembangunan. BUMD bekerja untuk kepentingan daerah," kata Anies di ruang kerja Komisi X di Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (27/2).

Jakrpo, kata Anies, tidak mengurusi kegiatan TIM yang dilakukan para seniman. Jakpro hanya mengurusi pembangunan di TIM.

Baca juga: Komisi X DPR Dalami 4 Poin Revitalisasi TIM

Anies juga mengatakan TIM sering sekali menjadi tuan rumah kegiatan nasional. Dengan adanya wisma di dalam tempat tersebut, bisa menghemat dari segi pembiayaan seniman

"Ini sebetulnya bicara untung rugi enggak ada untungnya, tapi manfaatnya besar. Tempat ini jadi magnet seni nasional dan jnternasional. Dan pemaketnya harus menginap. Tinggal inapkan dimana? Makanya adanya ekosistem itu mereka bisa berkegiatan di sana 24 jam," ucap Anies.

Dengan adanya revitalisasi tersebut, Anies menyebut TIM akan dijadikan ikon nasional yang bertaraf internasional.

Proyek revitalisasi TIM. ANTARA/Aprillio Akbar

"Bayangkan seniman lukis datang dari Rusia ke Jakarta kemudian berinteraksi ke seniman Jakarta. Tapi kalau enggak dibangun (wisma) maka hanya manggung saja," kata Anies.

Sampai pukul 10.45 WIB, RDP masih berlanjut. Diketahui pada (17/2) lalu, Komisi X menerima audiensi dari perwakilan seniman yang menolak revitalisasi TIM.

Komisi X DPR bahkan meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghentikan sementara (moratorium) proyek revitalisasi TIM tersebut. (OL-1)

BERITA TERKAIT