27 February 2020, 11:00 WIB

Wapres Minta Angka Stunting di Babel Diturunkan


Indriyani Astuti | Humaniora

WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengapresiasi upaya pencegahan dan penanganan balita stunting (tengkes) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurut laporan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, angka balita stunting di bawah nasional yaitu 23,4% atau sebanyak 30,978 balita. Sementara angka stunting nasional 30,8% berdasarkan hasil riset kesehatan dasar.

Adapun cakupan imunisasi dasar Provinsi Kepulauan Babel 75,20%, lebih tinggi dari cakupan imunisasi dasar nasional 57,90 %.

""Stunting itu harus diupayakan sedemikian rupa secara optinal karena target yang ingin kita capai itu 14%. Jadi dari 23% ke 14% lumayan banyak, oleh karena itu harus digenjot," ujar Wapres saat melakukan dialog Program Penceghan Stunting di Balitong Resort, Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang – Bangka Belitung, Rabu (26/2)

Baca juga: Angka Stunting di Indonesia Masih Lebih Tinggi dari Toleransi WHO

Target tersebut, terang Wapres, harus dicapai apabila Indonesia ingin membangun sumber daya manusia yang unggul, termasuk bebas stunting.

Stunting, terang Wapres, menyebabkan anak menjadi pendek dari usianya. Selain itu juga berpengaruh pada pertumbuhan otak anak.

"Ini kalau terkena stunting itu namanya tidak sehat, itu kerdil. Oleh karena itu jangan sampai manusia Indonesia ada yangg kerdil," pesannya.

Lebih jauh, Wapres menuturkan ukuran negara maju, menurutnya, tingkat kemiskinan, rendahnya angka stunting dan penganggurannya. Wapres meminta angka-angka tersebut terutama stunting tidak boleh naik.

"Saya bilang jangan naik, minimal stagnan tapi kalau bisa diturunkan," pesannya lagi.

Pada kesempatan itu, Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman melaporkan terkait Pencegahan Stunting dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Provinsi Bangka Belitung.

Ia menjelaskan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kepulauan Bangka Belitung per Februari 2018 tercatat memiliki 180.509 unit. Jumlah itu disebutkan naik menjadi 130.457 UMKM dibandingkan pada 2017.

Sumber daya manusia dari usaha tersebut dilatih melalui dan difasilitasi menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN). Total dana yang telah dikeluarkan baik dari DAK maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai angka Rp5 miliar pada 2019.

Ia menambahkan untuk memberdayakan masyarakat desa, Pemerintah Provinsi Babel pada 2019 menggelontorkan bantuan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebesar Rp 16,9 miliar untuk 169 desa.

Di Babel ada 309 desa, namun yang sudah memiliki BUMDes baru 270 desa. Sementara sisanya 39 desa belum memiliki BUMDes.

Sebelum dialog, Wapres melakukan Peninjauan Informasi Pencegahan Stunting dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Provinsi Kep. Bangka Belitung.

Di tempat yang sama, Wapres juga bertemu dan menyapa dengan para Penggiat Desa, Kader Kesehatan, Bidan, Kepala Desa, serta Forum Umat Beragama Provinsi Kep. Bangka Belitung.

Sebelum beranjak ke Rumah Jabatan Gubernur, Wapres berkesempatan meninjau Produk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Produk UMKM, Produk Halal, BUMDes) di tempat yang sama.

Mendampingi Wapres dalam pertemuan, Ibu Wury Ma’ruf Amin, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Umum Masykuri Abdillah, Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim, Tim Ahli Wapres Abdul Rosyid, Johan Tedja Surya, dan Noor Marzuki, serta Bambang Widianto. (OL-1)

BERITA TERKAIT