27 February 2020, 07:17 WIB

Paus Minta Umat Katolik Pantang Mencerca di Media Sosial


Antara | Internasional

SELAMA masa Prapaskah, umat Katolik diminta berpantang melakukan sesuatu, misalnya makanan-makanan manis.

Namun pada Rabu Abu (26/2), Paus Fransiskus menambahkan sentuhan modern pada daftar hal-hal yang harus berhenti dilakukan selama masa Prapaskah dan seterusnya, yakni mencerca orang di media sosial.

Paus menyampaikan seruan ibadah pantang dan puasa ketika berbicara kepada puluhan ribu orang di Lapangan Santo Petrus dalam audiensi umum pada Rabu Abu, awal musim 40 hari menuju Hari Raya Paskah.

Masa Prapaskah, kata Paus dalam pernyataan yang sebagian diimprovisasi, "Adalah saat untuk menghentikan kata-kata yang tidak berguna, gosip, desas-desus, pergunjingan."

"Kita hidup dalam atmosfer yang tercemar oleh terlalu banyak kekerasan verbal, terlalu banyak kata-kata ofensif dan berbahaya, yang diperkuat internet."

"Hari ini, orang saling menghina seolah-olah mereka mengatakan 'Ini Hari Baik'," lanjut Paus.

Baca juga: PM Modi Minta Warga India Tenang

Dalam beberapa tahun terakhir, Paus Fransiskus sendiri telah menjadi sasaran penghinaan dari situs Katolik ultrakonservatif dan sebagian besar cuitan antipaus dari akun-akun anonim di Twitter.

Twitter juga telah menjadi media untuk pertarungan verbal, terkadang antara pendukung dan penentangnya.

Paus menerima abu di dahinya pada upacara Rabu Abu untuk mengingatkan umat Katolik akan kefanaan dan bahwa suatu hari semua orang akan menjadi debu.

Selama masa Prapaskah, yang ditandai dengan pertobatan, puasa dan refleksi, umat beriman juga dipanggil untuk mempraktikkan lebih banyak perbuatan baik, seperti memberi sedekah, dan untuk menjadi lebih dekat dengan yang membutuhkan. (OL-1)

BERITA TERKAIT