27 February 2020, 00:04 WIB

Sharapova Ucapkan Selamat Tinggal Pada Tenis


Ghani Nurcahyadi | Olahraga

PETENIS Rusia pemegang 5 gelar juara grand slam, Maria Sharapova menyatakan pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya tersebut.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Sharapova dalam artikel khusus untuk majalah Vogue dan vanity Fair.

"Tenis, Saya Ucapkan Selamat Tinggal," tulis judul artikel tersebut.

"Setelah 28 tahun dan 5 gelar grand slam, saya siap untuk mendaki 'gunung" yang lain, berkompetisi di ranah yang berbeda," imbuh petenis 32 tahun itu.

Petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic menyebut Sharapova sebagai legenda yang memberikan dampak besar bagi olahraga tenis.

"Keberadaanya akan terus terasa karena personanya melebihi pencapaiannya di lapangan tenis. Dia adalah wanita yang cerdas, punya sikap seorang juara, dan seseorang yang pantang menyerah," kata Djokovic.

Baca juga : Djokovic Mengaku Punya Grup WhatsApp Bareng Nadal dan Federer

Sharapova yang memegang raket sejak usia 4 tahun menjelma menjadi remaja berpretasi di lapangan tenis sejak ia merebut gelar grand slam perdananya pada usai 17 tahun di grand slam Wimbledon 2004. Setahun kemudian ia menjadi petenis nomor satu dunia di usia 18 tahun.

Tapi pada 2007, Sharapova yang lahir dari orang tua yang selamat dari kecelakaan kebocoran reaktor nukilr Chernobyl itu, harus berjuang dengan cedera bahu. Cedera yang timbul-tengelam itu membuat Sharapova gagal meraih gelar grand slam Australia Terbuka 2008 yang sudah di depan mata.

Meski kemudian berhasil melawan badai cedera, Sharapova yang kini menempati peringkat 373 dunia, harus terjerat kasus doping pada 2014 yang membuatnya dilarang tampil di arena profesional.

Ia baru kembali berlaga pada 2017, tapi penampilannya terus menurun yang membuat peringkat dunianya pun tak pernah kembali ke 10 besar.

Kini Sharapova yang juga pemilik permen Sugarpova itu resmi meninggalkan lapangan tenis. Ia mengaku akan merindukan momen bersama tim dan pelatihnya untuk berjuang merebut gelar juara. Namun, ia memastikan, gairahnya untuk menjadi seorang pemenang tidak akan sirna.

"Apapun jalan yang akan saya tempuh setelah ini, saya akan tetap berjuang dan tumbuh berkembang," pungkas Wanita yang pernah jadi atlet wanita berpendapatan terbesar pada 2016 itu. (AFP/OL-7)

 

BERITA TERKAIT