26 February 2020, 23:32 WIB

KLHK Kembali Menangkan Gugatan Atas Pencemar DAS Citarum


Rudy polycarpus | Humaniora

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan memenangkan gugatan terhadap PT How Are You Indonesia (PT. HAYI) atas pencemaran limbah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Gugatan itu dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (26/2).

Sidang yang diketuai Taufan Mandala dengan hakim anggota Agus Darwanta dan Agung Purbantoro itu menghukum PT HAYI membayar ganti rugi materiil sebesar Rp12,013 miliar atau lebih rendah dari gugatan yang diajukan KLHK sebesar Rp12,198 miliar.


Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan, penegakan hukum terhadap perusahaan pencemar di DAS Citarum sudah jadi komitmen KLHK untuk mewujudkan lingkungan baik dan sehat secara serius.

"Kamu berkomitmenmewujudkan lingkungan hidup yang baik dan sehat sangat serius, kami tidak akan berhenti menyeret pelaku pencemaran dan kejahatan LHK lainnya ke pengadilan. Saat ini lebih dari 780 kasus lingkungan hidup dan kehutanan sudah kami proses di pengadilan," ujarnya dalam pernyataan pers yang diterima Media Indonesia, Rabu (26/2).

 

Baca juga: KLHK Menang Gugatan, Pencemar Das Citarum Didenda Rp4,25 ...

 


Pelaku pencemaran lingkungan hidup di DAS Citarum, tegas Rasio, harus dihukum seberat-beratnya karena pemerintah sedang merestorasi DAS Citarum. Ia berharap pengawasan dan penegakan hukum dapat membangun kepatuhan dan efek jera bagi perusak lingkungan.

Tidak adil bagi korporasi-korporasi yang selama ini sangat peduli dengan lingkungan hidup. Kami harapkan pengawasan dan penegakan hukum dapat membangun budaya kepatuhan dan efek jera," pungkasnya.


Sementara, Direktur Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup Jasmin Ragil Utomo, selain menggugat PT HAYI, KLHK juga menggugat tiga pabrik tekstil lainnya terkait pencemaran lingkungan hidup di DAS Citarum. Perusahaan itu ialah, PT Kamarga Kurnia Textile Industry (PT. KKTI) yang pada 25 Februari telah diputus PN Bale Bandung untuk membayar ganti rugi akibat pencemaran lingkungan hidup sebesar Rp4,2 miliar, PT Kawi Mekar (PT. KM) telah diputus  dengan akta van dading oleh PN Bale Bandung Bandung dan PT United Colour Indonesia (PT. UCI) masih dalam proses persidangan di pengadilan yang sama. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT