26 February 2020, 22:48 WIB

Menkumham: 200 WNI Pengikut IS sudah Diverifikasi


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

MENTERI Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan pemerintah masih memverifikasi warga negara Indonesia (WNI) pengikut Islamic State (IS) di Suriah dan negara sekitarnya. Yasonna menyebut saat ini baru sekitar 200 WNI yang sudah terverifikasi.

"Yang terverifikasi baru sekitar 200-an. Sekarang sudah ada tim mau ke sana (Suriah). Biar nanti dapat datanya dulu," ungkap Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/2).

Yasonna menambahkan 200 WNI yang telah diverifikasi tersebut artinya berpaspor Indonesia dan identitasnya sudah jelas. Menurutnya, daftar 200-an itu langsung dimasukkan ke dalam daftar tangkal agar masuk ke Indonesia.

Baca juga : Intoleransi di Depan Mata, Pemulangan WNI Eks ISIS Tidak Perlu

"Masih di-assement. Jadi data itu ada nama-namanya namun belum terverifikasi semua. Yang terverifikasi baru sekitar 200-an kita tangkal dulu itu," ucapnya.

Pemerintah sebelumnya menyatakan sedikitnya ada 689 WNI yang tergabung dalam organisasi teroris lintas batas (foreign terrorist fighter) di Suriah tersebut.

Adapun pemerintah sudah memutuskan untuk tidak memulangkan mereka. Keputusan itu diambil usai Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas bersama para menteri terkait pada 11 Februari 2020.

Meski begitu pemerintah membuka kemungkinan pemulangan untuk anak yatim-piatu berusia 10 tahun ke bawah. (OL-7)

BERITA TERKAIT