27 February 2020, 05:10 WIB

Tanpa Plastik di Semua Lini Bisnis


(Jek/M-1) | Humaniora

TIDAK hanya sibuk dengan gerakan lingkungan, Nadine Chandrawinata juga memiliki sejumlah bisnis. Dua di antaranya bisnis dive resort di Raja Ampat Papua Barat yang berdiri sejak 2012 dan juga clothing line yang ia dirikan bersama sang suami, Dimas Anggara. Label busana bernama Nadi ini mencirikan gaya mereka berdua yang santai, sporty, dan edgy.

Tidak ingin sekadar cuap-cuap soal lingkungan, Nadine membuktikan komitmen dalam bisnis-bisnis itu. Di resor yang dikelola bersama keluarga, ia menerapkan konsep ramah lingkungan.

"Eco resort. Sudah pakai panel surya. Kami juga menanam pohon yang juga hasilnya bisa diolah untuk makanan tamu. Kami juga memberikan edukasi terkait menanam. Semuanya juga recycle," jelas Nadine.

Sementara itu, beberapa lini bisnis fesyen juga digarapnya. "Semua bisnis saya enggak ada plastik. Dan ini cara kita mengurangi penggunaan plastik."

Bagi Nadine, kesadaran terhadap lingkungan dimulai dari diri sendiri. Akan sulit bila hal itu dipaksakan. Oleh sebab itu, fokus Sea Soldier juga pada edukasi dan cara mengubah pola sikap dan kebiasaan.

"Menjaga kebersihan bumi itu suatu kewajiban. Bukan pilihan. Kita tidak boleh justifikasi orang lain. Itu harus ditanyakan ke diri sendiri, kenapa sih kita harus jaga lingkungan?" ujarnya.

Dengan berasal dari kesadaran diri itu, menurut Nadine, usaha menjaga lingkungan pun bisa dilakukan tulus dan berkelanjutan. Usaha itu pun tidak perlu seragam sebab kemampuan setiap orang juga berbeda.

"Setiap orang memiliki profesi dan lingkungan yang berbeda. Tidak bisa dipukul rata. Seperti halnya plastik, itu merupakan masalah yang sudah terjadi. Lebih baik menekankan attitude, untuk menggunakan lebih bijak, dan mengurangi," tambahnya.

Meski begitu, soal pengelolaan sampah, Nadine merasa butuh ketegasan aturan dari pemerintah. Selama ini ia melihat sudah cukup banyak gerakan dari masyarakat dan juga sudah banyak orang yang terpanggil. Meski begitu, tetap diperlukan manajemen sampah yang lengkap agar pengurangan volume sampah berhasil. "Yang diperlukan ialah manajemen sampah. Tanggung jawabnya bukan saja di NGO atau masyarakat. Namun, butuh pilar negara, yaitu pemerintah. Karena percuma kalau masyarakat sudah berkoar-koar tetapi tidak ada yang membatasi secara regulasi, ya sia-sia," pungkasnya.

BIODATA:

Nama: Nadine Chandrawinata

Tempat, tanggal lahir: Hannover, 8 Mei 1984

Profesi: Aktivis lingkungan, pemain film, host, dan pengusaha

Gerakan: Sea Soldier

Pencapaian:

- Puteri Indonesia 2005

- Wakil Indonesia di Miss Universe 2006

- Duta Terumbu Karang dan Duta Taman Laut Nasional Wakatobi 2009

BERITA TERKAIT