26 February 2020, 20:50 WIB

Ini Tips Antisipasi Penularan Virus Korona dari kemenkes


Atalya Puspa | Humaniora

PEMERINTAH meminta masyarakat mewaspadai penularan virus korona (COVID-19) dari manusia ke manusia. Pasalnya, kini virus tersebut dapat menginfeksi tubuh manusia tanpa menimbulkan gejala.

"Syaratnya adalah kita harus tahu siapa orang yang dalam pemantauan, dan kedua siapa yang dalam pengawasan. Orang dalam pemantauan (ODP) adalah orang yang datang dari daerah yang terjangkit, negara yang ada konfirmasi positif, atau orang yang ada kontak dengan mereka. Meski mereka tidak menunjukkan gejala seperti batuk pilek tapi kalau sudah ada kontak maka masuk dalam ODP," kata Staff Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan Alexander K. Ginting di Jakarta, Rabu (26/2).

Kedua, masyarakat juga harus mewaspadai pasien dengan pemantauan (PDP), yaitu mereka datang dari negara terjangkit atau kontak dengan orang yang datang dari negara terinfeksi atau berhubungan dengan orang sakit.

"Kemudian dia itu flu batuk pilek, dan dia sebenarnya dirawat tapi karena sakitnya ringan, maka dia juga harus merawat diri di rumah. Kalau sakitnya berat maka segera melaporkan diri untuk dirawat. Sampai nanti dilakukan pemeirksan PCR. Kalau PCR itu positif, maka dia diisolasi," ucapnya.

Baca juga : Kemenkes: WNI Kru Kapal Dream World Diawasi Lebih Ketat

Pencegahan penyebaran dari manusia ke manusia diharapkan dapat menekan terjadinya episentrum baru COVID-19.

"Jadi tugas bersama utk menanggulangi ini. Multi sektor, lintas kementerian lembaga, privat sektor, sipil militer semua harus bekerja sama supaya tidak jadi epicentrum baru," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, industri farmasi mendukung pemerintah untuk melakukan edukasi terkait antisipasi penyebaran virus korona (COVID-19) di Indonesia.

"Kami secara program terkait corona upaya kami yang pertama sebatas mengedukasi pelaku usaha melakukan disemenasi yang sesuai di usahanya sendiri dan masyarakat luas. Edukasi harus dilakukan karena sampai saat ini masih zero kasus," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) Patrick Kalona. (OL-7)

BERITA TERKAIT