26 February 2020, 20:45 WIB

UNS Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru


Ferdinand | Humaniora

UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) mengukuhkan tiga guru besar baru dalam sidang senat terbuka di auditorium GPH Haryo Mataram, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (26/2).

Ini merupakan yang ketiga kalinya di awal 2020 ini UNS mengukuhkan tiga orang guru besar baru secara bersamaan. Dengan pengukuhan itu total jumlah guru besar yang dimiliki UNS tercatat sebanyak 218 orang.

Tiga guru besar yang baru saja dikukuhkan itu ialah, Asrowi dari fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, serta Winny Astuti dan Agus
Purwanto, keduanya dari dari fakultas teknik.

Winny yang menjadi guru besar di bidang Ilmu Perencanaan Wilayah Kota menyampaikan pidato pengukuhan Pembangunan Rumah Berbasis Masyarakat Sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan Kota. Menurutnya, perumahan berkontribusi besar terhadap pengentasan kemiskinan kota.

Sektor perumahan menyangkut peningkatan akses masyarakat untuk mendapatkan rumah dan sarana prasarana kota, serta meningkatkan
kemampuan dan daya beli masyarakat di dalam menjangkau prasarana umum kota. Seperti, kebutuhan air bersih, listrik, sanitasi, dan manajemen pengelolaan limbah.

Salah satu model yang dikembangkan adalah Konsep Model Pemberdayaan Masyarakat Permukiman Kumuh sebagai Upaya pengentasan Kemiskinan Perkotaan yang Berkelanjutan (PMPKB). Model ini dirumuskan dari hasil penelitian di Kelurahan Keprabon Kecamatan Banjarsari, Kelurahan Sudiroprajan Kecamatan Jebres, Kelurahan Joyosuran, Kelurahan Joyotakan dan Kelurahan Pajang. "Hasil penelitian bisa mengintegrasikan Kelurahan Pajang dengan program-program di pemerintah kota," jelas Winny.

Model inovatif lain yang dikembangkan adalah Integrated Planning Model of Creative Industry based Kampung Tourism in Jayengan Surakarta. Model ini melihat perencanaan permukiman kampung sebagai satu kesatuan entitas dengan kota. Model itu mampu mengembangkan potensi lokal pariwisata budaya, kuliner, ekonomi sebagai satu kesatuan dengan pengembangan kota setelah beberapa puluh tahun hampir mengalami kepunahan. "Model ini mampu mengembangkan Jayengan menjadi Kampung Wisata berbasis
Industri Kreatif Pertama," kata Winny.

Agus Purwanto menyampaikan pidato pengukuhan Baterai: Sumber Energi Inovasi Masa Depan. Ini berangkat dari kegiatan inovasi teknologi
baterai lithium ion yang menjadi konsentrasinya selama ini. Sementara, Asrowi, menyampaikan pidato pengukuhan Konseling Spiritual
Sebagai Alternatif Penguatan Karakter Era 5.0 di Bidang Pendidikan.

"Kemajuan ilmu dan Teknologi era 4.0 dan era Society 5.0 harus dibarengi kekuatan spiritual keagamaan agar kehidupan tidak terpisah dengan nilai karakter," tegas Asrowi. (OL-12)

BERITA TERKAIT