27 February 2020, 03:45 WIB

Perusak Aeon Mayoritas Anak-Anak


MI | Megapolitan

TERSANGKA pengrusakan Mal AEON di Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur, kemungkinan bertambah. Kini sudah ditetapkan delapan tersangka, enam diantaranya tergolong anak-anak.

“Kita sudah memanggil dan memeriksa 23 orang dan sudah delapan yang ditetapkan sebagai tersangka. Kami masih melakukan pendalaman-pendalaman. Kemungkinan ada pelaku lain,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi, Rabu (26/2).

Dalam kesempatan itu, Arie menjelaskan duduk perkara pengrusakan bermula saat beberapa warga meminta pertanggungjawaban kepada pihak managemen JGC. Mereka merasa pengelolaan air yang ditampung waduk JGC tidak optimal.

“Ketika air di dalam waduk JGC meluap, mereka beranggapan itulah yang mengakibatkan banjir di wilayah mereka yang tinggal sekitar JGC,” terang Arie.

Saat warga dan pihak manajemen membahas masalah tersebut, sekitar 60-70 orang datang menyambangi Mal AEON dan melakukan pengrusakan. Akibatnya, sejumlah kaca tenant pecah. Selain itu, pelaku juga merusak pos pelayanan dan palang parkir.

Delapan orang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka yakni Adek Wahyudi, 20, Ilham Firmansyah, 22, HB, 17, SA, 16, ARS, 15, FAS, 16, DA, 16, dan AB, 16. Mereka disangkakan melanggar Pasal 170 dan atau Pasal 160 dan atau Pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman pidana di atas lima tahun penjara.

Menyikapi sebagian besar tergolong masih di bawah umur, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto menyatakan penyidikannya dilakukan secara khusus.

Pihaknya menggandeng Balai Permasyarakatan dan orang tua. Saat ini, keenam tersangka dititipkan di Balai Rehabilitasi Sosial Anak dan Perlindungan Khusus Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur.

“Dititipkan sementara di Handayani untuk proses lebih lanjut. Bukan berarti anak-anak bebas melakukan kekerasan-kekerasan. Kita harus jaga anak-anak kita jangan sampai menjadi generasi yang kerap melakukan kekerasa membahayakan,” tandasnya.

Suyudi menyatakan pihaknya tidak akan mentolelir tindakan kekerasan sekecil apapun yang dilakukan masyarakat maupun perorangan. (Tri/J-2)

 

BERITA TERKAIT