26 February 2020, 19:55 WIB

Mahathir Bakal Bentuk Pemerintahan Baru yang Netral


Nur Aivanni | Internasional

PERDANA Menteri Interim Mahathir Mohamad akan membentuk pemerintahan baru yang tidak berpihak kepada partai mana pun.

"Jika saya diizinkan, saya akan mencoba membentuk pemerintahan yang tidak memihak kepada partai manapun. Yang diutamakan hanya kepentingan negara," kata Mahathir, seperti dikutip dari New Straits Times, Rabu (26/2).

Partai politik, katanya, terlalu menekankan politik sehingga mereka lupa bahwa negaranya tengah menghadapi masalah ekonomi dan kesehatan. Menurutnya, politik dan partai politik harus dikesampingkan untuk saat ini.

 

Baca juga Inilah Alasan Mahathir Mundur

 

"Inilah yang akan saya coba lakukan jika diberi kesempatan. Saya berdoa dan meminta petunjuk kepada Allah SWT dalam usaha saya," ucapnya.

Ia pun menyampaikan ada banyak alasan dibalik pengunduran dirinya yang mendadak tersebut. Ia merasa mendapat dukungan dari semua pihak tapi ia tidak bisa memilih berada di pihak mana.

Selain itu, kata dia, ada juga tuduhan bahwa ia tidak akan melepaskan posisinya dan haus akan kekuasaan. Maka itu, ia mengundurkan diri karena ia tidak melihat kekuasaan dan posisi sebagai "be all and end all" sebagai tujuannya.

"Bagi saya, kekuasaan dan posisi adalah sarana untuk mencapai tujuan atau alat untuk mencapai tujuan. Dan tujuan ini untuk kemajuan negara," katanya.

Maka itu, lanjutnya, ia mengundurkan diri karena dirinya melihat bahwa bagi para politisi, baik yang menang maupun yang kalah, yang paling penting bagi mereka adalah partai mana yang akan memerintah.

Selain itu, Mahathir mengatakan kisruh politik di Malaysia juga membuat dirinya melepaskan jabatan. Ia tidak mau kelompok oposisi yang menjadi mayoritas dalam pemerintahan. "Kesannya jika Bersatu dukung PAS dan UMNO maka partai-partai yang kalah yang akan berkuasa dalam pemerintahan. Pemerintahan ini akan didominasi oleh UMNO sebagai partai yang terbesar," katanya.

Mahathir telah berjanji untuk mengundurkan diri dan mempersilakan Dewan Rakyat untuk memutuskan siapa yang akan menjadi penggantinya. "Jika benar saya masih memiliki dukungan, maka saya akan kembali. Jika tidak, saya akan menerima siapa pun yang dipilih," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mahathir meminta maaf kepada semua rakyat Malaysia atas situasi politik negara yang agak kacau dan menyebabkan kekhawatiran di tengah masyarakat. (New Straits Times/OL-8)

BERITA TERKAIT