26 February 2020, 19:47 WIB

Dikepung Wabah Korona, Pawai Obor Olimpiade Tokyo Sesuai jadwal


Akmal Fauzi | Olahraga

KETUA Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 Toshiro Muto membantah kabar pembatalan penyelenggaraan Olimpiade. Muto bahkan menegaskan, pawai obor (torch relay) Olimpiade yang dijadwalkan 26 Maret 2020 tidak dibatalkan.

Nasib Olimpiade 2020 menjadi sorotan ketika merebaknya wabah virus korona baru (Covid-19) di Negeri Sakura itu. Namun, penyelenggara bersikeras bahwa Olimpiade dan Paralimpiade yang dijadwalkan untuk musim panas tahun ini tidak dibatalkan.

"Kami belum memikirkannya. Kami belum mendengarnya. Kami telah melakukan penyelidikan, dan kami diberitahu tidak ada rencana seperti itu. Pemikiran dasar kita adalah menyelenggarakan Olimpiade dan Paralimpiade sesuai rencana. Itulah asumsi kita," kata Toshiro Muto, Rabu (26/2)

Sementara itu, Muto mengatakan panitia akan mempertimbangkan pernyataan Perdana Menteri Shinzo Abe yang menyerukan acara olahraga dan pagelaran budaya besar dibatalkan, ditunda atau diperkecil kapasitasnya selama dua minggu ke depan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Namun dia mengatakan pawai obor yang dijadwalkan mulai 26 Maret di Fukushima tidak akan dibatalkan, meskipun dia mengakui akan ada penyesuaian yang mungkin bisa terjadi.

Baca juga : Fokus ke Persiapan PON dan Olimpiade

"Kami sama sekali tidak mempertimbangkan untuk membatalkannya. Tetapi kami akan memikirkan bagaimana kami dapat menahannya dengan cara yang tidak akan menyebabkan penyebaran virus," jelasnya.

Muto juga menanggapi pernyataan anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) Dick Pound kepada Associated Press bahwa Olimpiade berpeluang batal akibat penyebaran Covid-19.

"Ketika kami berkonsultasi dengan IOC, kami diberitahu itu bukan pemikiran IOC," jelasnya.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, mengaku belum mendapat penjelasan terbaru dari IOC tentang pengaruh Covid-19 terhadap pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020. Okto sapaan karibnya mengatakan akan terus berkomunikasi dengan IOC.

"Kami akan terus memantau efek perkembangan wabah virus korona ini terhadap pelaksanaan Olimpiade," kata Okto saat dihubungi. (OL-7)

BERITA TERKAIT