27 February 2020, 01:20 WIB

Erick Sebut Banyak Swasta Mengakali BUMN


MI | Ekonomi

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tetap membuka lebar peluang kerja sama pengusaha swasta dengan BUMN. Namun ia berharap perilaku ‘mengakali BUMN’ dapat segera berakhir seiring dengan kebijakan reformasi BUMN yang sedang dijalankannya.

“Silakan berpartner dengan BUMN, tapi dengan baik. Jangan BUMN diakali karena banyak juga swasta yang mengakali,” ucap Erick dalam Economic Outlook di Jakarta, kemarin.

“(Swasta) taruh orang di dalam, supaya bisnisnya (jalan) terus. Tidak apa-apa, asalkan transpa­ran, terbuka, dan diperlukan,” imbuhnya.

Erick tidak ingin nantinya pihak luar yang ingin bekerja sama dengan BUMN hanya menggerogoti perusahaan pelat merah.

“Jangan sampai (swasta) taruh orang di dalam sekadar menggerogoti BUMN-nya. Kalau ada apa-apa dengan BUMN-nya, rak­yat akan kehilangan Rp467 triliun dalam setahun. Dengan ini saya berharap, swasta bekerja sama de­ngan BUMN, tapi saya titip jangan diakali,” ucapnya.

Ia berharap dengan adanya re­formasi di BUMN, hal itu akan memperbaiki kondisi yang ada. Salah satu bentuk reformasi itu adalah dengan merombak pucuk pimpinan BUMN untuk diisi oleh profesional yang berintegritas.

Kementerian yang dikelolanya, sambung Erick, merupakan pengelola perusahaan milik negara, bukan pemilik perusahaan negara tersebut.
Hal itu berulang kali ditegaskannya sebagai klarifikasi atas berbagai kabar yang kerap menyalahartikan kementerian tersebut.

“BUMN ini kadang-kadang di­persepsikan salah, bahwa kita ini pemilik. Ini yang kita selalu koreksi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu me­nambahkan, sebagai pengelola maka pihaknya tidak dapat serta merta mengambil tindakan seenaknya dalam mengelola perusahaan milik negara.

“Kita itu pengelola Badan Usaha Milik Negara, bukan Badan Usaha Milik Nenek Lu, itu artinya sudah pribadi,” lanjutnya. (Des/E-2)

BERITA TERKAIT