26 February 2020, 19:25 WIB

Menko PMK Bantah Warga Semarang Meninggal Karena Virus Korona


Andhika Prasetyo | Humaniora

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy membantah kabar yang menyebut bahwa ada seorang warga yang meninggal di Rumah Sakit dr. Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, karena terserang virus korona COVID-19.

"Itu tidak benar. Saya sudah kroscek ke Rumah Sakit Kariadi dan kepala dinas kesehatan setempat. Mereka sudah sampaikan data dan itu negatif," ujar Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/2).

Terkait rumah sakit yang enggan memberi tahu riwayat penyakit dan penyebab kematian, ia mengatakan itu sudah menjadi kode etik rumah sakit.

Baca juga : Waspadalah! Penularan COVID-19 Kini tidak Menimbulkan Gejala

"Itu kan memang rahasia. Begitu kode etiknya. Kalau pasien itu meninggal karena korona, baru kita omongkan, buka ke publik. Tetapi kalau bukan karena korona, ya tidak bisa disebutkan dong," jelas dia.

Sebelumnya, RS dr Kariadi Semarang merawat tiga orang terduga terinfeksi virus korona. Salah satunya akhirnya meninggal dunia. Pasien itu merupakan warga negara Indonesia (WNI) berusia 37 tahun yang datang dari Spanyol. Namun, hasil observasi menyebutkan, pasien itu negatif terinfeksi virus korona. (OL-7)

BERITA TERKAIT