26 February 2020, 19:23 WIB

Sebentar Lagi, Tidak Ada Pati TNI-AD yang Nonjob


Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum

KEPALA Staf TNI-AD (KSAD) Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan sebentar lagi tidak ada perwira tinggi (Pati) TNI-AD yang tanpa jabatan. Hal itu terkait dengan perubahan organisasi di TNI-AD.

Andika mengungkapkan adanya rencana Pra Wanjakti (Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi) yang berlangsung dalam waktu dekat.

"Jadi kebetulan timing-nya (waktunya) memang tepat karena rencana Wanjakti, ini ada Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto yang akan memimpin Pra-Wanjakti. Itu hari Jumat besok," terang KASAD Andika seusai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-AD di Mabes AD Jakarta (26/2).

Menurutnya, seusai diputuskan dalam Wanjakti dan dikeluarkan putusan Panglima TNI, maka perwira tinggi TNI-AD yang sebelumnya tidak menjabat akan menempati jabatan.

"Jadi dengan nanti diputuskan dalam Wanjakti, dikeluarkan keputusan Panglima. Praktis tidak ada lagi perwira tinggi yang akan tidak punya jabatan. Kita kembali normal kembali," tegasnya.

KSAD juga menyampaikan sebelumnya banyak perwira menengah dan perwira tinggi TNI-AD yang tidak punya jabatan.

"Pada saat awal tahun lalu saya masuk ke sini itu ada 78 perwira tinggi, bintang 1, bintang 2, bintang 3. Kemudian 502 kolonel ngak punya jabatan," kenangnya.

Kondisi itulah yang lalu disikapi dengan membentuk tim kerja yang bertugas membentuk usulan kepada presiden.

"Setelah presiden menyetujui melalui keputusan presiden akhir tahun lalu tentang penambahan jabatan-jabatan. Dan itulah memang yang menjadi tujuan kami," tegasnya.

Setelah disahkan akhir tahun lalu, Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI akan segera bisa diterapkan. Perwira tinggi akan mengisi ruang jabatan baru sesuai aturan tersebut.

"Ini kali pertama nanti ruang jabatan baru untuk perwira tinggi tadi itu untuk pertama kalinya akan kita isi. Jadi ada tambahan ruang jabatan didalam TNI-AD sendiri itu 239 perwira tinggi," tandasnya.

Perubahan organisasi TNI-AD juga menambah Komando Resor Militer (Korem) dan Komando Distrik Militer (Kodim) baru, diantaranya Korem Kaltara.

"Korem ya, Korem yang kita tambah adalah korem di Kalimantan Utara, yang tadinya tidak ada, sekarang menjadi ada," tambahnya.

Selain itu juga terjadi perubahan pada pemangku jabatan di tingkat Korem. Tadinya, Korem dipimpin oleh perwira menengah nantinya akan dinaikkan menjadi perwira tinggi.

"Korem-Korem provinsi itu kita naikkan, yang tadinya dijabat oleh perwira menengah berpangkat kolonel, sekarang dijabat oleh perwira tinggi berpangkat brigadir jenderal. Begitu seterusnya kebawah. Jadi ada jabatan kolonel dibawahnya, letnan kolonel, dan seterusnya," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT